Senin, 23 Agustus 2010

Bisakah Pasien Demam Berdarah Dirawat di Rumah?

img
(Foto: thinkstock)

Wabah demam berdarah mulai marak lagi. Jika sudah terkena demam berdarah biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk mengontrol dan menaikkan jumlah trombositnya. Tapi bisakah pasien demam berdarah dirawat di rumah?

"Seseorang biasanya harus dirawat di rumah sakit karena tubuhnya yang lemas, sangat mual sehingga setiap kali ia minum akan dimuntahkan kembali atau merasakan sangat sakit. Kondisi ini membuatnya harus dirawat untuk mencegah dehidrasi," ujar dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCMT, MHA, SpJP, FIHA saat dihubungi detikHealth, Selasa (24/8/2010).

Tapi jika si penderita masih cukup kuat, tidak lemas dan tidak mengalami dehidrasi dan mau minum yang banyak, maka tak masalah jika harus dirawat di rumah. Yang penting menurut dr Kasim, jika memutuskan dirawat di rumah tetap harus cek darah setiap hari untuk mengetahui perkembangan kenaikan jumlah trombositnya.

Yang utama dalam pengobatan demam berdarah menurut dr Kasim adalah jumlah cairan yang masuk. Jangan sampai si penderita mengalami dehidrasi sehingga akan memicu shock yang jika tak cepat ditolong bisa menyebabkan kematian.

Shock yang terjadi ini akan berimbas pada anjloknya jumlah trombosit yang membuat pembuluh darah mengempes. Maka itu jika ingin dirawat di rumah, minum yang banyak 2-3 liter per hari tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Kunci dari penanganan demam berdarah adalah cairan yang bisa berasal dari minuman atau infus. Kalau seseorang minumnya bagus misalnya 2-3 liter setiap hari dan rutin melakukan cek darah di laboratorium, maka bisa saja orang tersebut tak perlu dirawat di rumah sakit," ungkap dokter yang berpraktek di RS ASRI Jakarta.

dr Kasim menuturkan mekanisme tubuh setiap orang berbeda-beda, ada orang yang meskipun trombositnya rendah tapi ia tidak lemas sehingga ia bisa minum dengan cukup dan tidak mengalami dehidrasi.

Tapi ada juga orang yang trombositnya tidak terlalu rendah tapi karena sangat lemas sehingga ia perlu dirawat. Karenanya perlu dilihat terlebih dahulu kondisi si pasien.

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit penderita yang terinfeksi virus dengeu. DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.

Gejala khas DBD antara lain:

  1. Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
  4. Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
  5. Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik merah di tubuh atau bagian tubuh lain
  6. Hepatomegali (pembesaran hati)
  7. Kegagalan sikulasi

dr Kasim menuturkan masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani dengan baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai.

Tanda-tanda shock pada DBD adalah:

  1. Tampak gelisah dan lemah
  2. Kesadaran menurun
  3. Napas cepat
  4. Dapat disertai nyeri perut
  5. Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah kapiler kosong) menurun
  6. Nadi cepat dengan volume mengecil
  7. Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
  8. Ujung tangan dan kaki terasa dingin
  9. Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine) berkurang

Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak, konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.

Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi. Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.
Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , , ,

Minggu, 22 Agustus 2010

ASI Mengurangi Resiko Penyakit Jantung



img
dok. Thinkstock

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari Universita Pittsburgh, Amerika Serikat. Seperti yang dikutip dari Fox News, sebanyak 140 ribu wanita yang menyusui bayinya menjadi objek penelitian.

Pada penelitian tersebut terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit cardiovascular atau jantung setelah menopause.

Dr. Eleanor Bimla Schwarz dari Universitas Pittsburgh mengatakan bahwa manfaat dari menyusui terhadap resiko cardiovascular adalah tergantung 'dosis' menyusui. Semakin panjang durasi menyusui, maka semakin baik manfaatnya

Wanita dengan riwayat hidup menyusui lebih dari 12 bulan, cenderung lebih jarang terkena penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi dan penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Schwarz berspekulasi bahwa menyusui mengurangi lemak tubuh. Oleh karena itulah risiko terkena penyakit jantung atau cardiovascular pun semakin kecil.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , , , ,

Senin, 16 Agustus 2010

Depresi Sama Mematikannya dengan Merokok

img
(Foto: thinkstock)

Meski tak terlihat secara langsung, depresi dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan tubuh. Bahkan, orang yang depresi sama tak sehatnya dengan seorang perokok.

Depresi sama mematikannya dengan merokok. Itu adalah simpulan yang diperoleh dari penelitian unik yang dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris dan Norwegia. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry.

Peneliti dari University of Bergen di Norwegia dan King's College di London membandingkan data survei lebih dari 60.000 orang dengan data rata-rata kematian. Hasilnya, selama empat tahun penelitian ditemukan bahwa risiko kematian akibat depresi benar-benar sebanding dengan risiko kematian akibat merokok.

Depresi dan merokok, keduanya diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, orang yang tertekan dan juga perokok cenderung lebih sedikit melakukan aktivitas fisik, yang merupakan faktor serius lain penyebab penyakit jantung.

"Depresi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, sama halnya dengan rokok," ujar psikolog Jeffrey Rossman, PhD, Direktur Manajemen Kehidupan di Canyon Ranch di Lenox, seperti dilansir dari MSN, Selasa (17/8/2010).

Menurut Rossman, kebanyakan orang yang depresi hanya menyimpan segala beban dalam pikirannya dan menganggap bahwa yang dialaminya bukanlah kondisi medis.

"Sebaiknya orang yang depresi mencari seseorang yang bisa diajak berbagi beban pikiran, seperti keluarga, teman, terapis atau dokter. Latihan aerobik secara teratur dan psikoterapi sama efektifnya dengan antidepresan untuk mengobati depresi klinis, dengan hasil jangka panjang lebih baik," tambah Rossman.

Rossman merekomendasikan tiga hal yang paling penting untuk mencegah depresi, yaitu:
  1. Tetap aktif dalam hubungan asrama, sosial, pekerjaan dan kegiatan lainnya.
  2. Melakukan latihan fisik minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.
  3. Makan makanan yang sehat dan segar (bukan makanan kemasan) dan hindari konsumsi alkohol yang berlebihan.
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , , , ,

Jumat, 13 Agustus 2010

Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa

img
Ilustrasi (Foto: glogster)

Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.

Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.

Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.

Tapi dilansir dari dari TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.

Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.

"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.

Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.

"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.

Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.

"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.

Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.

Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).

Orang yang rentan terkena sifilis:
  1. Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
  2. Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
  3. Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa

img
Ilustrasi (Foto: glogster)

Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.

Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.

Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.

Tapi dilansir dari dari TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.

Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.

"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.

Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.

"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.

Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.

"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.

Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.

Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).

Orang yang rentan terkena sifilis:
  1. Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
  2. Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
  3. Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Deteksi Penyakit dari Tanda di Kulit

img
Ilustrasi (health)

Penyakit kulit merupakan salah satu bencana paling buruk bagi yang sangat mengutamakan penampilan. Namun bagi praktisi kesehatan, kemunculan penyakit kulit bisa bermanfaat dalam mendeteksi adanya penyakit lain yang lebih parah.

"Kondisi kulit selalu mencerminkan segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh," ungkap Dr Jeffrey Dover, seorang profesor dermatologi dari Yale School of Medicine.

Beberapa kondisi kulit yang dimaksud oleh Dr Jeffrey seperti dikutip dari AOL Health, Jumat (13/8/2010), adalah sebagai berikut.

Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
Wajah memerah tidak selalu menandakan seseorang sdang tersipu. Jika sering muncul di pangkal hidung dan sekitar pipi, ruam bisa menandakan penyakit autoimun Lupus, apalagi jika disertai rasa letih, lemah dan nyeri sendi.

Gatal di seluruh tubuh
Bila tidak disertai bentol-bentol, ruam atau eksim, gatal yang terjadi di seluruh tubuh bisa menunjukkan gejala lymphoma (kanker limfa), ganguan ginjal maupun hati. Jika gatal itu tidak hilang berhari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit tersebut.

Psoriasis
Gangguan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau kemerahan di tangan, lutut dan siku ini sangat mengganggu karena gatal dan sering menyebabkan rasa malu bagi pengidapnya.

Namun yang perlu dikhawatirkan bukan hanya itu saja, sebab seringkali penyakit ini juga menyertai komplikasi lain yang lebih berat. Di antaranya penyakit jantung dan diabetes.

Spider-vein
Pelebaran pembuluh darah yang membentuk lingkaran terpusat seperti sarang laba-laba sering dialami oleh wanita hamil. Namun jika kemunculannya sangat banyak atau ukurannya tidak wajar, spider-vein dapat menandakan penyakit hati yang kronis terutama jika muncul di daerah leher, wajah dan lengan.

Jerawat
Salah satu gangguan hormonal yang bisa menyebabkan jerawat tak terkendali adalah penyakit policystic ovary. Gejala lain yang menyertai penyakit ini selain jerawat adalah sering terlambat datang bulan, obesitas dan pertumbuhan rambut halus di wajah yang berlebihan.

Kutil
Munculnya 1 atau 2 kutil dalam waktu bersamaan masih bisa dianggap wajar, tetapi perlu diwaspadai jika belasan kutil muncul bersamaan atau paling tidak, berdekatan. Gejala ini sering mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh, terutama di bagian payudara, usus dan paru-paru.

Ruam di tangan dan wajah
Ruam kemerahan yang muncul dalam jumlah banyak di wajah dan tangan (terutama punggung tangan, sela-sela jari dan buku jari) adalah gejala klasik yang menunjukkan adanya kanker. Gejala yang disebut dermatomyositis ini biasanya
disertai dengan rasa kurang bergairah dan melemahnya otot secara keseluruhan.

Kulit tangan mengeras
Hilangnya elastisitas kulit tangan atau disebut scloderma sering menjadi petunjuk untuk mengetahui adanya masalah pada ginjal, paru-paru dan tenggorokan. Scloderma terjadi karena aliran darah di tangan berkurang, sehingga kulit dan jemari mengeras dan menjadi seperti cakar.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Selasa, 10 Agustus 2010

Lidah Buaya Atasi Diabetes

Lidah Buaya Atasi Diabetes
http://genasik.telkomsel.com

Lidah buaya memang dikenal untuk menyuburkan rambut. Tapi kini, tanaman yang sedikit berlendir ini ternyata bisa di jadikan panganan yang enak dan juga menyehatkan. Tak hanya untuk meredam panas dalam, tapi juga mengatasi diabetes dan juga penyakit jantung.

Aloe Vera atau yang lebih dikenal dengan nama lidah buaya, memang sudah cukup terkenal untuk menyuburkan rambut. Beberapa tahun terakhir, banyak sekali ditemukan jenis minuman baru yang berasal dari daging lidah buaya. Konon katanya, bisa meredam panas dalam dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Ternyata, keistimewaan lidah buaya tidak berhenti sampai di situ saja. Tanaman yang sudah digunakan oleh bangasa Samaria sejak tahun 1875 SM ini juga mampu menyembuhkan beberapa jenis penyakit lainnya. Diantaranya adalah radang tenggorokan, diabetes, jantung, hingga wasir.

Menurut Fujio L. Panggabean, seorang ahli tanaman obat mengatakan kalau kemampuan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, sehingga menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Menurut Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, seroang pengamat makanan mengatakan bahwa ada beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda. Lendirnya yang bersifat pahit dan mengandung laktasit, merupakan pencahar yang baik untuk tubuh.

Meskipun begitu, ternyata tidak semua lidahbuaya bisa dijadikan panganan dan berkhasiat penuh. Menurutnya (Dr.Freddy) dari 200 jenis tanaman lidah buaya yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis yang miller.

Panganan yang berbahan dasar lidah buaya kini sudah mulai banyak di temukan di pasar swalayan. Mulai dari manisan hingga dodol, bahkan ada juga lidah buaya yang dijual mentah untuk Anda yang ingin mengolahnya secara langsung.
Eka Septia Wulan - detikFood

Label: , , , , ,

Senin, 09 Agustus 2010

Penyebab Luka Penderita Diabetes Susah Sembuh

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)

Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka di kaki. Butuh kesabaran ekstra dalam merawatnya, sebab rasa frustrasi yang muncul ternyata bisa memperlama proses kesembuhan.

Lamanya penyembuhan luka penderita diabetes ini karena terkait kadar kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi kadar kortisolnya.

Penelitian di University of Nottingham mengungkapkan hubungan kadar kortisol dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka (ulcer) di kaki. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia edisi bulan Agustus.

Dikutip dari Healthday, Senin (9/8/2010), peneliti melibatkan 93 penderita diabetes yang mengalami luka di kaki. Pengamatan terhadap kondisi luka dilakukan di awal penelitian, lalu diulangi secara periodik pada pekan ke-6, 12 dan 24.

Depresi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kortisol menyebabkan proses penyembuhan luka di kaki berlangsung lebih lama. Temuan ini mengisyaratkan pada penderita diabetes untuk mengurangi beban pikiran yang bisa menyebabkan stres, terutama saat mengalami luka.

Selain itu, sikap tidak sabaran juga menghambat penyembuhan luka. Pada penderita diabetes, sikap tersebut seringkali berakhir dengan rasa frustrasi yang lagi-lagi dapat memicu stres dan meningkatkan kadar kortisol.

Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli kini tengah merancang metode perawatan luka khusus untuk penderita diabetes. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu mempercepat penyembuhan luka melalui pendekatan psikologis.

Luka di kaki terjadi pada sekitar 15 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Umumnya luka tersebut disebabkan oleh cedera ringan yang berkembang menjadi lebih parah, karena pada penderita diabetes luka kecil sekalipun akan sulit disembuhkan.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Selasa, 13 Juli 2010

Vaksin Tumor akan Tersedia 5 Tahun Lagi

img
Ilustrasi (Foto: health)

London, Untuk pertama kalinya vaksin pencegah berbagai jenis kanker akan tersedia di pasaran dalam 5 tahun mendatang. Karena bekerja pada sistem hormonal, vaksin tersebut juga bisa dipakai sebagai alat kontrasepsi.

Jenis kanker yang bisa dicegah oleh vaksin yang dikembangkan oleh Celldrex Therapetics ini cukup beragam. Di antaranya adalah kanker payudara, kanker usus dan kanker serviks atau leher rahim.

Vaksin yang diproduksi oleh perusahaan asal Amerika ini bekerja dengan memperkuat sistem imun dan mengontrolnya untuk menyerang hormon hCG, hormon yang dikenal sebagai penanda kehamilan. Hormon tersebut ditemukan pada 50 persen pasien kanker prostat dan pankreas, serta pada beberapa penderita tumor payudara, usus dan serviks.

Karena bekerja pada hormon yang sama dengan hormon kehamilan, vaksin tersebut nantinya akan dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi jangka pendek. Efeknya akan hilang dan akseptor (peserta program kontrasepsi) akan kembali subur setelah pemakaian vaksin dihentikan selama 1 tahun.

Pada penderita tumor, penyuntikan vaksin tersebut akan mencegah sel kanker untuk menyebar. Tidak hanya itu, Profesor Ray Iles dari Middlesex University yang menciptakan vaksin tersebut mengklaim bahwa sel kanker bahkan bisa menyusut karenanya.

Saat ini, pengujian tengah dilakukan terhadap 60 pasien kanker prostat. Prof Iles mengatakan, uji praklinis pada binatang telah dilakukan sebelumnya dan memberikan hasil yang luar biasa bagus.

Apabila uji klinis pada 60 pasien itu memberikan hasil yang sama bagusnya, maka pengujian akan kembali dilakukan dengan skala lebih besar sebelum dapat dipasarkan.

"Vaksin ini punya potensi besar untuk membantu kita membuat langkah besar dalam menangani kanker," ungkap Prof Iles, dikutip dari Dailymail, Rabu (14/7/2010).

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , , ,

Kepala Besar : Kurangi Risiko Pikun


img
Ilustrasi (foto: BBC)

Munich, Besar kepala dalam arti sesungguhnya merupakan anugerah yang patut disyukuri. Sebab semakin besar ukuran kepala, semakin kecil risiko seseorang untuk mengalami kepikunan saat mulai beranjak tua.

Kepikunan atau penyakit alzheimer dipicu oleh kematian beberapa sel otak. Pada derajat kematian yang sama, ukuran kepala yang lebih besar ternyata sebanding dengan kualitas memori dan kemampuan berpikir yang lebih baik.

Hal ini terungkap dalam sebuah publikasi di jurnal Neurology edisi 13 Juli 2010. Penulisnya adalah seorang peneliti dari Technical University of Munich di Jerman, Robert Perneczky MD.

Dalam penelitiannya, Perneczky melibatkan 270 orang penderita alzheimer. Meski memiliki derajat kematian sel otak yang sama, para partisipan menunjukkan perbedaan pada hasil tes ingatan sesuai dengan ukuran kepalanya.

Dikutip dari Sciencedaily, Selasa (13/7/2010), setiap selisih 1 cm pada diameter lingkar kepala sebanding dengan 6 persen kemampuan mengingat. Semakin besar ukuran kepalanya, semakin bagus pula ingatan dan kemampuan berpikir seseorang.

"Hasil penelitian menguatkan teori tentang adanya cadangan otak, yakni kemampuan otak untuk menyesuaikan diri pada perubahan termasuk kerusakan," ungkap Perneczky.

Menurutnya, ukuran kepala merupakan salah satu indikator cadangan otak (brain reserve) serta pertumbuhan sel otak. Selain ditentukan oleh faktor genetik, ukuran kepala juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi, infeksi penyakit, serta trauma atau cedera karena benturan.

"Penelitian ini sekaligus ingin menekankan pentingnya pertumbuhan yang optimal pada sel otak di usia dini. Biasanya, pertumbuhan otak akan mencapai 93 persen pada usia 6 tahun," tambahnya.(up/ir)

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: ,

Minggu, 11 Juli 2010

Salah Pilih Pelembab Menyebabkan Kematian

img
Dok. : Thinkstock
Pelembab sangat membantu kesegaran kulit dan melindunginya dari kekeringan. Namun salah pilih pelembab, malah bisa membahayakan jiwa Anda.

Sebuah penelitian di Universitas Rutgers di New Jersey, Amerika Serikat membuktikan bahwa pemakaian pelembab dapat membahayakan kulit, misalnya mengaktifkan sel kanker di kulit Anda.

Penelitian tersebut menyebutkan, ada beberapa jenis pelembab yang mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan.

Biasanya jenis-jenis pelembab itu adalah pelembab yang tidak memiliki izin yang jelas. Kandungan kimia di dalam pelembab itulah yang dapat mengaktifkan sel-sel kanker di kulit.

Di Inggris 1000 orang per-tahunnya meninggal karena sebab di atas. Dalam penelitian tersebut juga disebutkan, risiko kanker kulit meningkat sebanyak 70 persen karena pemakaian pelembab yang tidak jelas itu.

Jadi, pilih dengan teliti pelembab kulit Anda!

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , , , ,

Suka Pilih-pilih Makanan Termasuk Penyakit

img
Ilustrasi (foto: getty images)

Dampak langsung dari kebiasaan pilih-pilih makanan memang tidak seburuk gangguan pola makan yang lain. Namun jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini bisa mengancam kesehatan tulang dan jantung.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (11/7/2010), seseorang yang mengalami Selective Eating Disorder (SED) tidak mampu mengontrol pilihan makanan yang akan disantap. Misalnya hanya mau makan jenis makanan tertentu, atau makanan yang dimasak dengan cara tertentu.

Dibandingkan dengan gangguan pola makan yang lain seperti anorexia atau bulimia, SED memang kurang banyak mendapat perhatian. Selain dampak yang terlihat tidak terlalu banyak, banyak teori yang menyebut SED sebagai sebuah fase yang normal dalam pertumbuhan psikologis seorang anak.

Masalah baru muncul ketika gangguan ini dialami oleh orang dewasa, yang menerapkan batasan terlalu ketat terhadap pilihan makanannya. Menurut American Psychological Association (APA), dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah terkait defisiensi atau kekurangan nutrisi.

Masalah jantung dan pembuluh darah adalah salah satunya. Apabila pilihan makanan lebih banyak mengandung garam dan kolesterol, maka seorang penderita SED akan berisiko mengalami hipertensi, serangan jantung maupun stroke.

Sedangkan jika cenderung memilih soda dan makanan manis, gigi akan menjadi mudah keropos. Demikian juga apabila tidak menyukai susu atau makanan lain yang mengandung kalsium, maka tulang akan mudah keropos.

Berbagai penelitian belum berhasil menyimpulkan dengan pasti bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi, namun diduga terkait respon tertentu terhadap makanan yang memiliki tekstur dan bau tertentu. Spekulasi yang lain mengatakan, gangguan obsesif-kompulsif (tidak mampu mengontrol pikiran) turut berperan dalam SED.

Sebagai bentuk kepedulian, para psikolog di APA tengah mempertimbangkan untuk mensejajarkan SED dengan gangguan pola makan utama seperti anorexia dan bulimia. SED akan dimasukkkan dalam kategori gangguan pola makan yang 'tidak dinyatakan khusus'.

Jika disepakati, kategori baru tersebut akan dimunculkan oleh APA dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi yang akan datang.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , ,

Sakit Kepala Sebabkan Masalah Seksual

img
Dok. : Thinkstock
Jangan pernah sepelekan sakit kepala Anda. Karena ternyata, hal itu bisa mempengaruhi kehidupan seks.

Satu dari lima rakyat Amerika telah kehilangan gairah seksnya karena sakit kepala yang mereka derita. Demikian yang terungkap dari penelitian National Sleep Foundation (NSF) terhadap 1000 orang pekerja Amerika.

Ternyata sakit kepala yang dimaksud merupakan akibat dari tingginya tekanan serta jam kerja yang berlebihan. Hal itu membuat seseorang kekurangan waktu tidur.

Dari penelitian itu juga terungkap bahwa sekitar 50 juta rakyat Amerika menderita penyakit susah tidur atau insomnia. Selain mengganggu ketahanan tubuh, rutinitas yang berlebihan juga berakibat buruk pada hubungan pribadi.

Rata-rata pekerja Amerika menghabiskan waktu 10 jam untuk bekerja. Dan alhasil, waktu tidur malam mereka kurang dari 6 jam. Jadwal padat itu yang akhirnya berpengaruh pada kehidupan seks mereka, dan berujung pada masalah dalam hubungan pribadinya.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , ,