Minggu, 11 Juli 2010

Sakit Kepala Sebabkan Masalah Seksual

img
Dok. : Thinkstock
Jangan pernah sepelekan sakit kepala Anda. Karena ternyata, hal itu bisa mempengaruhi kehidupan seks.

Satu dari lima rakyat Amerika telah kehilangan gairah seksnya karena sakit kepala yang mereka derita. Demikian yang terungkap dari penelitian National Sleep Foundation (NSF) terhadap 1000 orang pekerja Amerika.

Ternyata sakit kepala yang dimaksud merupakan akibat dari tingginya tekanan serta jam kerja yang berlebihan. Hal itu membuat seseorang kekurangan waktu tidur.

Dari penelitian itu juga terungkap bahwa sekitar 50 juta rakyat Amerika menderita penyakit susah tidur atau insomnia. Selain mengganggu ketahanan tubuh, rutinitas yang berlebihan juga berakibat buruk pada hubungan pribadi.

Rata-rata pekerja Amerika menghabiskan waktu 10 jam untuk bekerja. Dan alhasil, waktu tidur malam mereka kurang dari 6 jam. Jadwal padat itu yang akhirnya berpengaruh pada kehidupan seks mereka, dan berujung pada masalah dalam hubungan pribadinya.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , ,

Jumat, 09 Juli 2010

Tayangan Infotainment Terancam Disensor LSF

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (SP3SPS). Salah satu yang diusulkan dalam revisi tersebut adalah memasukkan infotainment ke dalam tayangan nonfaktual dengan konsekuensi tayangan akan melewati gunting lembaga sensor sebelum mengudara.

Wakil Ketua KPI Nina Muthmainnah mengatakan, usulan tersebut merupakan satu dari tiga rekomendasi yang masuk dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) KPI di Bandung 5-8 Juli.

"Melihat perkembangan media saat ini perlu untuk meninjau ulang tayangan infotainment apakah masuk ke dalam tayangan faktual atau nonfaktual," kata Nina saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/7/2010).

Jika usulan infotainment masuk ke dalam tayangan nonfaktual gol, maka akan berdampak pada penyensoran tayangan tersebut.

"Karena bukan bagian dari tayangan faktual seperi berita, maka setiap tayangan harus melalui sensor Lembaga Sensor Film (LSF)," jelasnya.

Nina menambahkan, usulan tersebut masih menjadi pertimbangan KPI. Lembaganya masih melakukan telaah lebih dalam.

KPI mengundang sejumlah narasumber terkait dengan usulan revisi kategori infotainment dalam Rakornas.

"Untuk menilai apakah suatu tayangan masuk pada kategori faktual seperti berita atau nonfaktual, kita mengundang Agus Sudibyo dari Dewan Pers," jelasnya.
(ahy/nrl)

Label: , ,

Rabu, 07 Juli 2010

Kak Seto: Minimnya Lagu Anak-anak Harus Cepat Diatasi


AT Mahmud (dok.kroscek)


Meninggalnya pencipta lagu anak AT Mahmud mengingatkan betapa minimnya lagu anak-anak sekarang. Anak-anak sekarang lebih hafal lagu orang dewasa daripada lagu anak. Masalah ini harus segera diatasi.

Ketua Komnas Perlindungan Anak sekaligus pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto gelisah dengan minimnya lagu anak. Ia sempat memperbincangkan kegelisahan tersebut dengan AT Mahmud sebelum maestro pencipta lagu anak itu meninggal.

"Harus cepat diatasi," kata Kak Seto saat dihubungi detikhot via ponselnya, Rabu (7/7/2010). Kak Seto juga mempunyai kegelisahan yang sama seperti yang dirasakan almarhum AT Mahmud.

Rencananya Kak Seto akan membuat penyuluhan untuk mengurangi dampak dari anak-anak menyanyikan lagu orang dewasa."Ya segera ada. Saya akan berikan penyuluhan. Mudah-mudahan kita bisa bersinergi dengan lagu anak-anak," jelas Kak Seto.

Pria berkacamata ini pun mengimbau media agar ikut bertanggung jawab dengan ikut gencar memberitakan lagu anak-anak. Bila media massa banyak memberitakan lagu dewasa maka informasi yang diperoleh anak-anak pun lebih banyak tentang lagu dewasa.

"Karena dari media massa, anak-anak mencari informasi tentang lagu itu," ujar Kak Seto.


Fakhmi Kurniawan - hotMusic

Label: , , , ,

'Idola Cilik' Bantah Hanya Menjual Lagu Dewasa




Banyak pihak yang menuding jika kontes 'Idola Cilik' lebih menjual lagu orang dewasa dibandingkan dengan lagu anak-anak. Namun produser acara kontes menyanyi untuk anak-anak itu membantah tudingan tersebut.

Menurut Produser Eksekutif 'Idola Cilik', Maria E. Febryani, acara idola cilik tidak hanya menjual lagu orang dewasa karena lagu-lagu yang dibawakan para peserta pun banyak terdapat lagu anak-anak. Namun lagu yang dibawakan dalam kontes tersebut dikombinasikan dengan lagu yang sedang menjadi tren saat ini.

"Ada peserta yang nyanyi lagu 'Bintang Kecil' dikombinasi sama lagu 'Bintang di Surga' Peterpan, ada yang membawakan lagu 'Ibu Pertiwi' juga. Jadi jangan hanya ditonton setengah-setengah, justru 'Idola Cilik' mengingatkan lagu-lagu itu," ujar Maria saat dihubungi detikhot via telepon, Rabu (7/7/2010).

Timbul keprihatinan di kalangan masyarakat kalau anak-anak saat ini lebih mengenal lagu orang dewasa dibandingkan lagu anak seumuran mereka. Kontes 'Idola Cilik' pun diharapkan bisa mengingatkan anak-anak terhadap lagu yang sesuai dengan umur mereka.

"Jadi bukan lagu cinta untuk orang dewasa, tapi cinta secara universal yang bisa diimplementasikan ke orangtua, teman," tambahnya.

Adhie Ichsan - hotMusic

Label: , , , ,