Senin, 08 November 2010

Perkecil Risiko Kanker Payudara Dengan Sayuran Hijau

img
Dok. : Thinkstock

Kebiasaan mengonsumsi sayuran hijau tidak hanya terbukti dapat melancarkan pencernaan saja. Sayuran hijau terbukti membantu mengurangi risiko penyakit serius kaum wanita, kanker payudara.

Faktor terbesar kanker payudara adalah karena ketergantungan pada hormon. Oleh karena itu, agak sulit mengontrol tumbuhnya kanker tersebut.

Baru-baru ini sebuah penelitian menemukan bahwa risiko kanker payudara bisa direduksi. Caranya adalah dengan membiasakan diri memakan sayuran hijau, seperti yang dikutip dari health24.

Penelitian yang dilakukan di di Universitas Harvard, Amerika Serikat menyebutkan bahwa mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak karotin setiap hari dapat mengurangi resiko kanker payudara. Karotin biasa terkadung dalam sayuran berwarna hijau dan wortel.

Penelitiannya sendiri melibatkan 5.707 wanita dengan penyakit kanker payudara dan 6.389 perempuan sehat. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan memakan makanan yang kaya karotin dua kali setiap harinya dapat menurunkan resiko kanker sebesar 17%.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , , , ,

Senin, 23 Agustus 2010

Bisakah Pasien Demam Berdarah Dirawat di Rumah?

img
(Foto: thinkstock)

Wabah demam berdarah mulai marak lagi. Jika sudah terkena demam berdarah biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk mengontrol dan menaikkan jumlah trombositnya. Tapi bisakah pasien demam berdarah dirawat di rumah?

"Seseorang biasanya harus dirawat di rumah sakit karena tubuhnya yang lemas, sangat mual sehingga setiap kali ia minum akan dimuntahkan kembali atau merasakan sangat sakit. Kondisi ini membuatnya harus dirawat untuk mencegah dehidrasi," ujar dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCMT, MHA, SpJP, FIHA saat dihubungi detikHealth, Selasa (24/8/2010).

Tapi jika si penderita masih cukup kuat, tidak lemas dan tidak mengalami dehidrasi dan mau minum yang banyak, maka tak masalah jika harus dirawat di rumah. Yang penting menurut dr Kasim, jika memutuskan dirawat di rumah tetap harus cek darah setiap hari untuk mengetahui perkembangan kenaikan jumlah trombositnya.

Yang utama dalam pengobatan demam berdarah menurut dr Kasim adalah jumlah cairan yang masuk. Jangan sampai si penderita mengalami dehidrasi sehingga akan memicu shock yang jika tak cepat ditolong bisa menyebabkan kematian.

Shock yang terjadi ini akan berimbas pada anjloknya jumlah trombosit yang membuat pembuluh darah mengempes. Maka itu jika ingin dirawat di rumah, minum yang banyak 2-3 liter per hari tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Kunci dari penanganan demam berdarah adalah cairan yang bisa berasal dari minuman atau infus. Kalau seseorang minumnya bagus misalnya 2-3 liter setiap hari dan rutin melakukan cek darah di laboratorium, maka bisa saja orang tersebut tak perlu dirawat di rumah sakit," ungkap dokter yang berpraktek di RS ASRI Jakarta.

dr Kasim menuturkan mekanisme tubuh setiap orang berbeda-beda, ada orang yang meskipun trombositnya rendah tapi ia tidak lemas sehingga ia bisa minum dengan cukup dan tidak mengalami dehidrasi.

Tapi ada juga orang yang trombositnya tidak terlalu rendah tapi karena sangat lemas sehingga ia perlu dirawat. Karenanya perlu dilihat terlebih dahulu kondisi si pasien.

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit penderita yang terinfeksi virus dengeu. DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.

Gejala khas DBD antara lain:

  1. Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
  4. Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
  5. Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik merah di tubuh atau bagian tubuh lain
  6. Hepatomegali (pembesaran hati)
  7. Kegagalan sikulasi

dr Kasim menuturkan masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani dengan baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai.

Tanda-tanda shock pada DBD adalah:

  1. Tampak gelisah dan lemah
  2. Kesadaran menurun
  3. Napas cepat
  4. Dapat disertai nyeri perut
  5. Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah kapiler kosong) menurun
  6. Nadi cepat dengan volume mengecil
  7. Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
  8. Ujung tangan dan kaki terasa dingin
  9. Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine) berkurang

Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak, konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.

Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi. Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.
Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , , ,

Minggu, 22 Agustus 2010

ASI Mengurangi Resiko Penyakit Jantung



img
dok. Thinkstock

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari Universita Pittsburgh, Amerika Serikat. Seperti yang dikutip dari Fox News, sebanyak 140 ribu wanita yang menyusui bayinya menjadi objek penelitian.

Pada penelitian tersebut terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit cardiovascular atau jantung setelah menopause.

Dr. Eleanor Bimla Schwarz dari Universitas Pittsburgh mengatakan bahwa manfaat dari menyusui terhadap resiko cardiovascular adalah tergantung 'dosis' menyusui. Semakin panjang durasi menyusui, maka semakin baik manfaatnya

Wanita dengan riwayat hidup menyusui lebih dari 12 bulan, cenderung lebih jarang terkena penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi dan penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Schwarz berspekulasi bahwa menyusui mengurangi lemak tubuh. Oleh karena itulah risiko terkena penyakit jantung atau cardiovascular pun semakin kecil.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , , , ,

Senin, 16 Agustus 2010

Depresi Sama Mematikannya dengan Merokok

img
(Foto: thinkstock)

Meski tak terlihat secara langsung, depresi dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan tubuh. Bahkan, orang yang depresi sama tak sehatnya dengan seorang perokok.

Depresi sama mematikannya dengan merokok. Itu adalah simpulan yang diperoleh dari penelitian unik yang dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris dan Norwegia. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry.

Peneliti dari University of Bergen di Norwegia dan King's College di London membandingkan data survei lebih dari 60.000 orang dengan data rata-rata kematian. Hasilnya, selama empat tahun penelitian ditemukan bahwa risiko kematian akibat depresi benar-benar sebanding dengan risiko kematian akibat merokok.

Depresi dan merokok, keduanya diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, orang yang tertekan dan juga perokok cenderung lebih sedikit melakukan aktivitas fisik, yang merupakan faktor serius lain penyebab penyakit jantung.

"Depresi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, sama halnya dengan rokok," ujar psikolog Jeffrey Rossman, PhD, Direktur Manajemen Kehidupan di Canyon Ranch di Lenox, seperti dilansir dari MSN, Selasa (17/8/2010).

Menurut Rossman, kebanyakan orang yang depresi hanya menyimpan segala beban dalam pikirannya dan menganggap bahwa yang dialaminya bukanlah kondisi medis.

"Sebaiknya orang yang depresi mencari seseorang yang bisa diajak berbagi beban pikiran, seperti keluarga, teman, terapis atau dokter. Latihan aerobik secara teratur dan psikoterapi sama efektifnya dengan antidepresan untuk mengobati depresi klinis, dengan hasil jangka panjang lebih baik," tambah Rossman.

Rossman merekomendasikan tiga hal yang paling penting untuk mencegah depresi, yaitu:
  1. Tetap aktif dalam hubungan asrama, sosial, pekerjaan dan kegiatan lainnya.
  2. Melakukan latihan fisik minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.
  3. Makan makanan yang sehat dan segar (bukan makanan kemasan) dan hindari konsumsi alkohol yang berlebihan.
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , , , ,

Minggu, 15 Agustus 2010

Anak Emosinya Stabil Jika Punya Kenangan Baik dengan Ayah

img
(Foto: thinkstock)

Ayah sering digambarkan sebagai sosok yang kaku, kurang bisa berkomunikasi dengan anak, otoriter dan tidak suka dibantah. Jarang sekali anak yang memiliki hubungan yang baik dengan si ayah ketika kecil.

Kesibukan ayah sebagai pencari nafkah kerap membuat anak jarang bertemu bapaknya kecuali hari libur. Belum lagi jika pulang kerja ayah lebih sering menampilkan wajah capek dan cemberut yang membuat anak-anak takut mendekat.

Para pakar psikologi menemukan hubungan ayah dan anak juga bisa mempengaruhi emosi anak saat dewasa. Selama ini penelitian lebih banyak fokus pada hubungan ibu dan anak.

Psikolog dari California State University-Fullerton, Profesor Melanie Mallers menemukan anak-anak yang punya hubungan baik dengan ayah akan memiliki emosi yang lebih stabil kala menghadapi stres saat dewasa.

Peneliti melakukan survei terhadap 921 pria dan wanita dewasa yang dilakukan melalui wawancara melalui telepon. Partisipan berusia mulai dari 25 tahun hingga 74 tahun yang difokuskan pada masalah psikologis dan emosi.

Contoh pertanyaannya seperti apakah partisipan mengalami depresi, gelisah atau sedih jika sedang stres dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu muncul bisa karena adu argumentasi, perselisihan, ketegangan dalam kerja, masalah keluarga hingga mengalami diskriminasi.

Partisipan juga ditanya tentang kualitas hubungan masa kecilnya dengan ayah dan ibu. Pertanyaan yang diajukan seperti bagaimana partisipan menilai hubungannya dengan ayah dan ibu selama bertahun-tahun. Berapa banyak waktu dan perhatian yang didapatkan saat partisipan sedang membutuhkannya.

Hasilnya ditemukan partisipan cenderung memiliki masa kecil yang baik dengan ibu ketimbang ayah. Hubungan dengan ibu juga jarang mengalami tekanan psikologis. Sementara hubungan dengan ayahnya hambar.

"Hasil ini memang tidak mengejutkan karena penelitian masa lalu telah menunjukkan ibu memang yang berperan dalam perawatan anak dan selalu bisa memberikan kenyamanan," kata Profesor Mallers yang telah mempresentasikan penemuannya dalam the 118th Annual Convention of the American Psychological Association di San Diego.

Ayah memang memiliki gaya yang unik dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Namun psikolog memandang ayah jangan terlalu cuek dengan anaknya karena dampaknya bisa pada emosi anak saat dewasa.

Irna Gustia - detikHealth

Label: , , , , , ,

Anak Emosinya Stabil Jika Punya Kenangan Baik dengan Ayah

img
(Foto: thinkstock)

Ayah sering digambarkan sebagai sosok yang kaku, kurang bisa berkomunikasi dengan anak, otoriter dan tidak suka dibantah. Jarang sekali anak yang memiliki hubungan yang baik dengan si ayah ketika kecil.

Kesibukan ayah sebagai pencari nafkah kerap membuat anak jarang bertemu bapaknya kecuali hari libur. Belum lagi jika pulang kerja ayah lebih sering menampilkan wajah capek dan cemberut yang membuat anak-anak takut mendekat.

Para pakar psikologi menemukan hubungan ayah dan anak juga bisa mempengaruhi emosi anak saat dewasa. Selama ini penelitian lebih banyak fokus pada hubungan ibu dan anak.

Psikolog dari California State University-Fullerton, Profesor Melanie Mallers menemukan anak-anak yang punya hubungan baik dengan ayah akan memiliki emosi yang lebih stabil kala menghadapi stres saat dewasa.

Peneliti melakukan survei terhadap 921 pria dan wanita dewasa yang dilakukan melalui wawancara melalui telepon. Partisipan berusia mulai dari 25 tahun hingga 74 tahun yang difokuskan pada masalah psikologis dan emosi.

Contoh pertanyaannya seperti apakah partisipan mengalami depresi, gelisah atau sedih jika sedang stres dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu muncul bisa karena adu argumentasi, perselisihan, ketegangan dalam kerja, masalah keluarga hingga mengalami diskriminasi.

Partisipan juga ditanya tentang kualitas hubungan masa kecilnya dengan ayah dan ibu. Pertanyaan yang diajukan seperti bagaimana partisipan menilai hubungannya dengan ayah dan ibu selama bertahun-tahun. Berapa banyak waktu dan perhatian yang didapatkan saat partisipan sedang membutuhkannya.

Hasilnya ditemukan partisipan cenderung memiliki masa kecil yang baik dengan ibu ketimbang ayah. Hubungan dengan ibu juga jarang mengalami tekanan psikologis. Sementara hubungan dengan ayahnya hambar.

"Hasil ini memang tidak mengejutkan karena penelitian masa lalu telah menunjukkan ibu memang yang berperan dalam perawatan anak dan selalu bisa memberikan kenyamanan," kata Profesor Mallers yang telah mempresentasikan penemuannya dalam the 118th Annual Convention of the American Psychological Association di San Diego.

Ayah memang memiliki gaya yang unik dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Namun psikolog memandang ayah jangan terlalu cuek dengan anaknya karena dampaknya bisa pada emosi anak saat dewasa.

Irna Gustia - detikHealth

Label: , , , , , ,

Olahraga Memakai Hak Tinggi Ala Adidas

img
dok. Adidas

Kini saat berolahraga, Anda bisa tampil lebih trendi dengan menggunakan sepatu ber-hak 9 cm. Bagaimana bisa? Adidas merilis sepatu olahraga tersebut.

Merek Y-3 yang dimiliki dari perusahaan Adidas menciptakan desain sepatu unik. Desain baru ini menggabungkan estetika gaya atletik dan sentuhan klasik yang manis.

Sepatu yang diberi nama 'Torsion Heel' ini berbahan lembut dan dikombinasikan dengan bahan yang fungsional. Ujung sepatu yang dibuat mengecerucut ke depan menambah kesan modis.

Berkat teknologi inovatif yang terus menerus dikembangkan, Torsion menjadi ideal dan nyaman digunakan di kaki Anda saat berolahraga. Saat berjalan pun tidak akan merasakan seperti memakai sepatu hak tinggi.

Torsion Heels tersedia dengan warna hitam dengan kombinasi warna oranye dan ungu. Harga sepasang sepatu ini US $ 430 atau setara Rp. 3,870,000.

Kiki Oktaviani - wolipop


Label: , , , ,

Sabtu, 14 Agustus 2010

Levi's Ciptakan Jeans Ternyaman Untuk Wanita

img
Dok. Levi\'s

Perusahaan denim ternama, Levi's kini fokus pada potongan jeans yang nyaman. Menurut mereka, hal tersebut jauh lebih penting ketimbang bentuk tubuh atau ukuran celana. Justru kini, bukan wanita yang harus mengubah bentuk tubuhnya mati-matian demi mendapat jeans yang tepat, namun jeans lah yang menyesuaikan bentuknya agar tampak pas di tubuh si pemakai.

"Selama ini banyak wanita frustasi mencari sepasang celana jeans yang tepat bagi mereka. Keadaan itu berakhir dengan membuat perbedaan-perbedaan jenis tubuh wanita," ujar Robert Hanson, Presiden perusahaan Levi's seperti dilansir Female First.

Melihat keadaan tersebut, Levi's pun membuat satu koleksi yang bertajuk 'Curve ID'. Sesuai namanya, jeans itu bisa menyesuaikan dengan tubuh si pemakai tanpa harus terlihat terlalu ketat.

"Jeans ini memiliki pola yang benar-benar berbeda dari sebelumnya," ujar Robert lagi. Hal ini ditunjang dari empat bentuk jeans dari Curve ID akan dikeluarkan Levi's tahun ini.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop

Label: , , , , ,

Ini Dia Posisi Bercinta Favorit di Inggris

http://lifestyle.okezone.com/images-data/content/2008/12/23/24/176246/qeRokYiHzN.jpg

Sebuah website tentang kesehatan dan seks di Inggris melakukan polling mengenai posisi seks terfavorit. Setelah diikuti oleh 3000 pasangan di Inggris, hasil dari polling itu menemukan posisi seks favorit.

Sebanyak 60 persen peserta memilih posisi misionaris sebagai posisi seks terbaik mereka. Sedangkan peringkat kedua diduduki oleh Woman on top. Posisi ketiga yang terfavorit adalah doggystyle.

Posisi-posisi lain yang ada di kitab kama sutra seperti gaya 'Gunting' dan reverse cowboy (seperti posisi 'woman on top' namun sang wanita berbalik arah) ternyata kurang populer di Inggris. Kebanyakan dari mereka memilih untuk melakukan posisi-posisi seks yang sudah familiar saja.

Namun dari penelitian tersebut juga terbukti, kebanyakan pasangan pernah mencoba berbagai posisi seks. Hanya saja, mereka kembali ke posisi seks yang biasa mereka lakukan lagi. Alasannya karena mereka sudah terbiasa melakukannya.

Variasi posisi seks sulit hanya dilakukan sesekali agar kehidupan seks mereka tak menjadi hambar.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop

Label: , , , ,

Jumat, 13 Agustus 2010

Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa

img
Ilustrasi (Foto: glogster)

Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.

Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.

Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.

Tapi dilansir dari dari TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.

Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.

"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.

Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.

"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.

Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.

"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.

Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.

Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).

Orang yang rentan terkena sifilis:
  1. Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
  2. Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
  3. Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa

img
Ilustrasi (Foto: glogster)

Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.

Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.

Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.

Tapi dilansir dari dari TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.

Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.

"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.

Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.

"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.

Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.

"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.

Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.

Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).

Orang yang rentan terkena sifilis:
  1. Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
  2. Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
  3. Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Deteksi Penyakit dari Tanda di Kulit

img
Ilustrasi (health)

Penyakit kulit merupakan salah satu bencana paling buruk bagi yang sangat mengutamakan penampilan. Namun bagi praktisi kesehatan, kemunculan penyakit kulit bisa bermanfaat dalam mendeteksi adanya penyakit lain yang lebih parah.

"Kondisi kulit selalu mencerminkan segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh," ungkap Dr Jeffrey Dover, seorang profesor dermatologi dari Yale School of Medicine.

Beberapa kondisi kulit yang dimaksud oleh Dr Jeffrey seperti dikutip dari AOL Health, Jumat (13/8/2010), adalah sebagai berikut.

Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
Wajah memerah tidak selalu menandakan seseorang sdang tersipu. Jika sering muncul di pangkal hidung dan sekitar pipi, ruam bisa menandakan penyakit autoimun Lupus, apalagi jika disertai rasa letih, lemah dan nyeri sendi.

Gatal di seluruh tubuh
Bila tidak disertai bentol-bentol, ruam atau eksim, gatal yang terjadi di seluruh tubuh bisa menunjukkan gejala lymphoma (kanker limfa), ganguan ginjal maupun hati. Jika gatal itu tidak hilang berhari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit tersebut.

Psoriasis
Gangguan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau kemerahan di tangan, lutut dan siku ini sangat mengganggu karena gatal dan sering menyebabkan rasa malu bagi pengidapnya.

Namun yang perlu dikhawatirkan bukan hanya itu saja, sebab seringkali penyakit ini juga menyertai komplikasi lain yang lebih berat. Di antaranya penyakit jantung dan diabetes.

Spider-vein
Pelebaran pembuluh darah yang membentuk lingkaran terpusat seperti sarang laba-laba sering dialami oleh wanita hamil. Namun jika kemunculannya sangat banyak atau ukurannya tidak wajar, spider-vein dapat menandakan penyakit hati yang kronis terutama jika muncul di daerah leher, wajah dan lengan.

Jerawat
Salah satu gangguan hormonal yang bisa menyebabkan jerawat tak terkendali adalah penyakit policystic ovary. Gejala lain yang menyertai penyakit ini selain jerawat adalah sering terlambat datang bulan, obesitas dan pertumbuhan rambut halus di wajah yang berlebihan.

Kutil
Munculnya 1 atau 2 kutil dalam waktu bersamaan masih bisa dianggap wajar, tetapi perlu diwaspadai jika belasan kutil muncul bersamaan atau paling tidak, berdekatan. Gejala ini sering mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh, terutama di bagian payudara, usus dan paru-paru.

Ruam di tangan dan wajah
Ruam kemerahan yang muncul dalam jumlah banyak di wajah dan tangan (terutama punggung tangan, sela-sela jari dan buku jari) adalah gejala klasik yang menunjukkan adanya kanker. Gejala yang disebut dermatomyositis ini biasanya
disertai dengan rasa kurang bergairah dan melemahnya otot secara keseluruhan.

Kulit tangan mengeras
Hilangnya elastisitas kulit tangan atau disebut scloderma sering menjadi petunjuk untuk mengetahui adanya masalah pada ginjal, paru-paru dan tenggorokan. Scloderma terjadi karena aliran darah di tangan berkurang, sehingga kulit dan jemari mengeras dan menjadi seperti cakar.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Perempuan Lebih Sering Merasa Nyeri Dibanding Pria

img
Foto: thinkstock

Meski sama-sama bisa terserang sakit kepala, perempuan mengalaminya lebih sering dan berlangsung lebih lama dibandingkan laki-laki. Hal ini berlaku juga untuk nyeri kronis yang lain, misalnya pada nyeri sendi dan fibromyalgia (nyeri pada hampir seluruh tubuh).

Perempuan mengalami nyeri kronis di semua bagian tubuh 50 persen lebih sering dibandingkan pria. Migrain yang menyerang satu sisi kepala dialami perempuan 2,5 kali lebih sering dibandingkan laki-laki.

Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di Atlanta Center for Behavioral Medicine. Dikutip dari Sciencedaily, Jumat (13/8/2010), temuan ini telah dipresentasikan dalam American Psychological Association di San Diego.

Peneliti menduga, faktor hormonal turut mempengaruhi perbedaan nyeri yang dirasakan laki-laki dan perempuan. Selain karena perbedaan ini mulai teramati saat memasuki pubertas, beberapa jenis nyeri memang berhubungan dengan hormon misalnya esterogen yang dapat mempengaruhi migrain.

Nyeri kronis merupakan nyeri yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih jika tidak diobati. Beberapa penyakit yang disertai gejala ini antara lain fibromyalgia, rhematoid arthritis (radang sendi), sindrom iritasi usus dan migrain.

Perbedaan hormonal antara pria dan perempuan diduga juga mempengaruhi respons terhadap rasa nyeri. Jika nyeri pada laki-laki lebih banyak direspons secara fisik, pada perempuan nyeri bisa mempengaruhi emosi dan suasana hati (mood).

"Perempuan yang terfokus pada aspek emosional dari nyeri cenderung merasakan sakit yang lebih intens, sebab pada umumnya emosi yang berhubungan dengan nyeri selalu negatif," ungkap Dr Jenifer Kelly, seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Karena itu, selain menyarankan untuk mengembangkan terapi yang berbeda untuk mengatasi nyeri pada perempuan, Dr Kelly juga menekankan adanya pendekatan psikologis. Misalnya dengan memberikan teknik relaksasi serta dukungan
psikologis pada pasien perempuan.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Kamis, 12 Agustus 2010

Stres Terbukti Mempersulit Kehamilan

img
Foto: thinkstock

Tidak salah jika ada anjuran untuk rileks agar cepat punya momongan. Perempuan yang gelisah di masa subur cenderung lebih sulit dibuahi dibandingkan perempuan yang tidak banyak pikiran.

Meski banyak yang meyakini dan telah membuktikannya, anjuran itu belum banyak dibuktikan secara ilmiah. Akibatnya tidak sedikit pula yang mulai mengabaikan karena menganggapnya sebagai mitos belaka.

Baru-baru ini peneliti dari Oxford University membuktikan adanya hubungan antara stres dengan peluang terjadinya pembuahan di masa subur. Pada perempuan yang banyak pikiran, peluang itu turun sebesar 12 persen.

Dikutip dari Dailymail, Kamis (12/8/2010), penelitian tersebut melibatkan 274 perempuan berusia 18-44 tahun yang sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan. Para partisipan tidak berhubungan seks maupun menjalani terapi kesuburan dalam 3 siklus menstruasi sebelumnya.

Berdasarkan pemeriksaan air ludah (saliva), peneliti menemukan bahwa perempuan yang pada masa subur memiliki kadar enzim alfa-amilase paling tinggi punya peluang 12 persen lebih kecil untuk dibuahi. Enzim tersebut merupakan indikator tingkat adrenalin, yang meningkat saat sedang mengalami kegelisahan.

Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Fertility and Sterility.

"Dalam beberapa kasus, peluang kehamilan bisa ditingkatkan dengan berbagai teknik relaksasi, konseling maupun pendekatan-pendekatan seperti yoga dan meditasi," ungkap Dr Cecilia Pyper yang terlibat dalam penelitian itu.

Terkait hal itu, Dr Pyper juga mengusulkan adanya penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah berbagai teknik relaksasi benar-benar efektif meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth


Label: , ,

Nyeri Haid Mengubah Struktur Otak

img
(Foto: thinkstock)

Wanita yang sering mengalami nyeri saat haid lebih mungkin mengalami perubahan struktural yang abnormal pada daerah otak yang terlibat dalam rasa sakit dan emosi.

Tak sedikit wanita yang mengalami nyeri datang bulan yang kadang disertai dengan rasa mual atau pusing. Kondisi ini kadang membuat wanita hanya ingin berada di tempat tidur.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Taiwan menemukan rasa nyeri, kram atau sakit saat haid dapat menyebabkan perubahan pada struktur otak.

Ilmuwan juga menemukan bahwa perubahan ini akan tetap terjadi meski wanita tersebut tidak mengalami nyeri haid siklik (nyeri haid yang selalu terjadi setiap bulan) dan hanya mengalami nyeri sewaktu-waktu.

Peneliti menyelidiki 32 wanita dengan nyeri haid parah dan 32 wanita dengan subjek kontrol dan tidak mengamali gangguan nyeri.

"Ketika scan MRI yang dilakukan selama periode pre-ovulasi tanpa nyeri, perubahan yang diamati di daerah otak yang terlibat dalam transmisi nyeri dan pengolahan sensorik terlihat lebih tinggi," jelas Dr Cheng-Hao Tu dari National Yang-Ming University di Taipei, seperti dilansir dari ABCNews, Kamis (12/8/2010).

Sedangkan studi pada pasien dengan nyeri haid kronis menunjukkan bahwa pesan nyeri dikirim ke sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional dalam seluruh sistem saraf.

Dr Tu dan rekannya menemukan adanya perubahan dalam volume otak materi abu-abu. Penelitian menunjukkan adanya penurunan yang cukup besar di daerah otak yang memainkan peran dalam transmisi rasa sakit dan pengolahan sensorik.

Selain itu, ada peningkatan volume materi abu-abu di daerah otak yag berhubungan dengan modulasi dari rasa sakit dan mengatur fungsi endokrin.

Salah satu daerah otak yang mengalami perubahan volume adalah daerah yang dikenal sebagai hipotalamus. Daerah ini memiliki ketertarikan khusus karena memainkan peran sentral dalam mengatur siklus haid.

Karena perubahan struktur otak diyakini akan ada pengaruhnya pada orang bersangkutan baik pada kemampuan otak, perilaku saraf yang mempengaruhi perilaku orang bersangkutan.

Salah satu di antara fungsi hipotalamus yang paling penting adalah fungsi neuroendokrin yang berpengaruh terhadap sistem saraf otonomi sehingga dapat memelihara tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi dan emosi.

Namun konsekuensi fungsional dari temuan ini tetap harus dianalisis dan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi interaksi hormonal dan apakah perubahan otak ini bersifat reversibel (dapat dibalikkan).

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , ,

Rabu, 11 Agustus 2010

Konflik Pernikahan Yang Menyehatkan

img
Dok. : Thinkstock

Tak selamanya konflik dalam pernikahan berakibat buruk. Adanya konflik-konflik dalam pernikahan akan membuat hubungan Anda berdua lebih sehat.

Hal tersebut dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli dari Universitas Michigan, Amerika Serikat. Penelitian itu dipimpin oleh Ernest Harburg. Harburg dan tim menjadikan 192 pasangan sebagai objek penelitian mereka.

Pasangan-pasangan itu dibagi menjadi empat kategori. Kategori pertama adalah pasangan yang keduanya berkomunikasi dengan amarah. Kategori kedua dan ketiga adalah pasangan yang salah satu pihak berkomunikasi dengan kemarahan, sedangkan kategori keempat adalah pasangan yang menahan amarahnya.

Yang menarik, pasangan yang menyembunyikan kemarahan mereka memiliki risiko kematian dua kali lebih besar dari yang lain.

Hamburg pun menjelaskan fenomena tersebut. Menyimpan amarah ternyata dapat menimbulkan risiko fisik juga mental terhadap pasangan suami istri. Sedangkan kemarahan terkadang justru akan mengatasi stres yang dialami tiap pasangan.

Hamburg juga menggarisbawahi, konflik dalam pernikahan akan memancing kemarahan tiap pasangan. Hal ini berarti pelepasan stres. Namun ia mengingatkan, konflik itutimbul untuk diselesaikan. Bukannya jadi ajang pelampiasan stres.

Jadi menurutnya, tiap pasangan pun perlu belajar cara mengkomunikasikan kemarahan, hingga berakibat positif bagi hubungannya.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , , ,

12 Buah dan Sayur yang 'Kotor'

12 Buah dan Sayur yang 'Kotor'

Tidak dapat dipungkiri kalau buah dan sayur yang kita beli kadang mengandung zat kimia. Apalagi untuk beberapa jenis buah dan sayur yang bukan organik. Beberapa jenis sayur dan buah berikut adalah yang 'terkotor'.

Kalau belanja buah dan sayur, jenis buah dan sayur apa yang Anda pilih? Yang bentuk dan penampilannya sempurna, atau mungkin dengan sedikit berlubang di beberapa bagian? Sebagian besar kita lebih senang memilih jenis buah dan sayur yang bentuknya 'mulus' tanpa cela. Padahal untuk syarat buah dan sayur yang 'aman' adalah yang tidak selalu mulus secara penampilan.

Kalau Anda membeli buah ataupun sayuran yang non organik, biasanya selama masa tanam digunakan pestisida untuk menghindari serangan hama. Hal inilah yang membuat sayuran dan buah jadi 'kotor'. Berikut ini adalah 12 jenis sayur dan buah yang sebaiknya dibeli secara organik:

1. Seledri
Di Amerika,seledri dipanen selama musim gugur dan musim dingin,karena permintaan cukup tinggi untuk Thanksgiving dan Natal. "Saat berangin dan hujan, justru memicu pertumbuhan bakteri dan penyakit pada tanaman. Dan sedikit orang yang mau membeli sayuran ini dalam keadaan 'rusak'," ujar Stuart Reitz, PhD, seorang peneliti di USDA.

2. Peach
Rasa buah yang manis menjadikan peach seringkali menjadi rumah ulat. Petani pun menyemprotkan pestisida sejak tanaman ini berbunga hingga masa panen. Jadi bisa dibayangkan betapa banyaknya jumlah pestisida yang menempel pada buah peach saat di panen.

3. Strawberry
Buah cantik berwarna merah ini memiliki rasa manis-manis asam. Buah ini cukup sulit perawatannya, mudah sekali busuk. Oleh karenanya,seringkali digunakan pestisida atau bahan kimia sejenis untuk bisa membuat buah ini tetap segar.

4. Apel
Aroma harum dan rasanya yang manis mengundang lebih dari 30 insect dan setidaknya 10 jenis penyakit. Ada beberapa jenis bahan kimia ditambahkan setelah masa panen agar bisa bertahan selama beberapa waktu.

5. Blueberries
Blueberrie adalah salah satu buah terkotor dalam daftar USDA. USDA telah melakukan penelitian terhadap buah ini sejak 3 tahun terakhir.

6. Nectarines atau jeruk
Meskipun tidak seperti peach jeruk juga masih bisa terkena imbas dari pestisida. Meskipun cukup terlindung dengan kulit buahnya.

7. Paprika
Tidak seperti sayuran lainnya, sweet bell peppers alias paprika tidak memiliki rasa pahit untuk menangkal serangan hama. Hal ini mengharuskan petani sayuran menggunakan bahan kimia untuk menghindarkan sayuran ini dari hama.

8. Bayam
Bayam adalah salah satu sayuran yang menjadi favorit beberapa hama,salah satunya adalah ulat dan juga belalang. Untuk menguranginya para petani biasa menggunakan DDT, salah satu pestisida yang tidak hilang meski bayam sudah dicuci bersih.

9. Kailan
Kailan sayuran yang cukup diminati oleh hama dan juga binatang pengerat. Tak heran jika kailan seringkali disemprot dengan pestisida, meskipun hal ini dapat membunuh hewan yang justru bermanfaat.

10. Cherry
Cherry adalah salah satu jenis 'naked fruit', buah yang tidak memiliki kulit sebagai pelindung.

11. Kentang
Di Amerika tercatat bahwa kentang di semprot pestisida sebanyak 5 kali dalam satu hari. Mulai dari masa tanam hingga masa panen, tak terhitung jumlah pestisida yang menempel di dalamnya.

12. Anggur Impor
Buah-buahan yang di impor biasanya telah disemprotkan dengan bahan kimia agar bertahan selama diperjalanan,tidak terkecuali dengan anggur.

Agar jenis buah dan sayur diatas tetap dapat dirasakan manfaatnya, sebaiknya pilihlah jenis buah dan sayur organik.

Eka Septia Wulan - detikFood

Label: , ,

15 Makanan Non-Organik yang Sehat

15 Makanan Non-Organik yang Sehat
Foto: meta-dad.com

Membeli sayuran dan buah organik kadang merepotkan. Selain harganya yang relatif lebih mahal, sayuran dan buah tersebut hanya bisa di temui di pasar-pasar tertentu. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang tetap sehat dan aman meski bukan jenis organik. Yuk, lihat di sini!

Mengeluh karena harga buah dan sayuran organik yang cukup mahal? Sebenarnya tidak semua jenis buah dan sayuran harus dikonsumsi secara organik. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang sangat 'bersih' dari pestisida meskipun bukan jenis organik. Berikut ini adalah daftarnya:

1. Bawang
Bawang memiliki 'pelindung' yang diproduksi oleh diri mereka sendiri. Senyawa belerang yang aroma dan rasanya tidak disukai oleh serangga. Beberapa petani memang menyemprotkan pestisida di awal masa tanam, tapi kandungannya akan hilang seiring tumbuhnya bawang tersebut. Jadi cukup aman jika Anda konsumsi dalam jumlah yang banyak sekalipun.

2. Alpukat
Sebagian nesar pestisida yang disemprotkan pada tanamam alpukat menempel di bagian kulit. Sedangkan lapisan kulit alpukat cukup tebal, sehingga tidak tembus dan meresap hingga ke daging buah.

3. Jagung Manis
Lapisan kulit jagung yang berlapis-lapis menahan pestisida memasuki bagian dalam jagung.

4. Nanas
Penyemprotan zat kimia pengusir hama biasa dilakukan di awal musim tanam, sehingga kadarnya akan menurun ketika musim panen tiba. Kulit nanas yang tebal juga melindungi nya dari kadar kimia yang berlebih.

5. Mangga
Mangga yang tumbuh di kawasan Meksiko, Karibia, dan juga Amerika Selatan dimana iklim di sana sedikit kering cukup menghambat pertumbuhan jamur. Selain itu, mangga dikonsumsi selalu tanpa kulit jadi bisa mengurangi kadar kimia yang menempel di bagian kulitnya.

6. Kacang Polong
Kacang polong termasuk sayur yang bersih dan aman karena terlindung oleh polong mereka.

7. Asparagus
Masa tanam yang cepat membuat asparagus tidak sempat diserang oleh serangga dan juga hama lainnya.

8. Kiwi
Lacewings dan tawon parasit yang sering ada diseputar tanaman kiwi membantu mengendalikan hama yang suka merusak tanaman kiwi. Secara tak langsung menjadi pestisida alami.

9. Kubis
Meskipun kubis tidak dilapisi oleh kulit buah yang tebal, tapi bentuk kubis yang berlapis lapis membuat bagian tanaman ini tetap terlindung. Biasanya, bagian luar kubis dibuang sebelum dijual ke pasaran.

10. Terung
Permukaan kulit terung yang licin membuat bahan kimia tidak bisa diserap oleh kulitnya secara labngsung.

11. Cantaloupe
Cantaloupe, buah-buahan sejenis melon ini memang disemprot dengan pestisida, tapi tentu saja bagiand alam buah tidak terkena. Dan biasanya buah ini tidak disajikan bersama dengan kulitnya.

12. Semangka
Kulit buah yang tebal menjadikan daging buah semangka tetap terlindung dari bahan kimia jenis apapun.

13. Jeruk bali
Meskipun petani sering menggunakan fungisida untuk mengendalikan benalu tanaman, tapi semua bahan kimia tertahan di bagian kulit luarnya yang cukup tebal.

14. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung getah berwarna putih yang jika dimakanoleh serangga atau hama akan membuat serangga tersebut keracunan. Sehingga menghindari serangan serangga secara alami.

15. Honeydew melon
Honeydew dapat dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan air mengalir agar semua mikroba luntur bersama air.

Buah dan sayur jenis apapun yang Anda beli sebaiknya dicuci sebelum di konsumsi.

Eka Septia Wulan
- detikFood

Label: , , ,

Kenapa Balita Suka Berjoget?

img
(Foto: thinkstock)

Balita sering terlihat berjoget jika sedang menonton film kartun kesukaannya atau mendengarkan musik. Pemandangan ini tentu saja bisa mengundang tawa. Kenapa ya balita suka sekali berjoget?

Biasanya jika balita sudah mendengar lagu favoritnya maka ia akan berdiri dan mulai berjoget dengan cara menggoyang-goyangkan pantatnya dan berputar-putar mengikuti tarian yang dilihatnya. Seringkali hal ini diikuti dengan suara tawa atau berusaha mengikuti kata-kata dari lagu yang sedang didengarnya.

Saat berusia 12-24 bulan anak sudah mampu untuk berdiri, berjalan dan mulai memiliki kontrol keseimbangan tubuh yang baik untuk bergerak. Karena itu berjoget merupakan salah satu cara bagi anak untuk menunjukkan atau pamer kemampuannya di hadapan orang lain termasuk orangtuanya.

"Pada usia tersebut anak-anak secara alami akan menyelaraskan antara suara dan irama yang didengarnya. Hal ini karena anak-anak sudah menaruh perhatian terhadap irama berbicara dan suara detak jantung sejak masih berada di dalam rahim," ujar Profesor Kathy Hirsh-Pasek, PhD, seorang psikolog di Temple University, Philadelphia, seperti dikutip dari Parenting, Rabu (11/8/2010).

Tarian atau berjoget yang disertai dengan banyak tepuk tangan akan membuat anak tertawa yang menandakan bahwa ia merasa senang dengan kegiatan tersebut. Selain itu balita juga akan merasa senang jika orangtua atau orang disekitarnya ikut berjoget bersamanya.

Kemampuan motorik kasar anak berusia 1-2 tahun mulai meningkat yaitu mampu bergoyang naik turun dengan posisi kaki tetap berada di lantai. Kemampuan baru ini dan kepekaan terhadap ritme untuk membuat gerakan bergoyang merupakan salah saru respons yang dilakukan anak ketika mendengar sebuah lagu atau suara yang dinyanyikannya sendiri. Karena itu berjoget juga bisa membantu menstimulasi perkembangan fisik anak.

Berjoget juga bisa membantu meningkatkan koordinasi motorik anak dan bagaimana tubuh bisa beradaptasi dengan lingkungannya, serta mendorong kreatifitas ekspresi yang lebih besar lagi.

Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , ,

Susah Cari Pasangan Bisa Memperpendek Umur Pria

img
Foto: thinkstock

Hidup di suatu wilayah dengan perbandingan pria dan wanita yang tidak seimbang bisa membuat pria stres. Persaingan tinggi dalam mendapatkan pasangan hidup bisa berujung pada menipisnya harapan untuk dapat berumur panjang.

Hal ini dialami pria ketika memasuki usia matang secara seksual. Dibandingkan pada pria yang tinggal di wilayah dengan perbandingan jenis kelamin lebih berimbang, harapan hidupnya bisa berkurang menjadi 3 bulan lebih pendek.

Untuk membuktikan hal ini, peneliti dari Harvard University melakukan pengamatan terhadap sejumlah siswa SMA di Wisconsin lulusan tahun 1957. Penelitian tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga 50 tahun berikutnya.

Pada tahun 2007, harapan hidup di antara mantan siswa yang masih bertahan menunjukkan adanya perbedaan sekitar 1,6 persen. Pria yang berasal dari kelas dengan perbandingan jenis kelamin merata, lebih banyak yang masih hidup dibandingkan pria dari kelas yang siswinya sedikit.

Meski penelitian ini tidak menyebutkan alasannya, namun diduga faktor sosial dan biologis ikut mempengaruhi kecenderungan tersebut. Menurut peneliti yang dikutip dari Foxnews, Rabu (11/8/2010), perjuangan keras untuk mencari pasangan bisa menyebabkan stres yang berdampak pada masalah kesehatan secara fisik.

Penelitian yang baru pertama kali mengamati hubungan antara perbandingan jenis kelamin dengan harapan hidup pada populasi manusia ini dipublikasikan dalam jurnal Demography edisi bulan Agustus.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , , ,