Senin, 08 November 2010

Hindari Minum Soda Saat Sedang Haus

img
(Foto: thinkstock)

Beberapa orang ada yang lebih senang menghilangkan rasa dahaganya dengan mengonsumsi soft drink atau minuman soda. Tapi sebaiknya kebiasaan ini dihentikan, karena minum soda saat haus tidaklah baik.

Minuman soda menjadi kegemaran banyak orang karena rasanya yang enak dan menyegarkan serta bisa membuat orang ketagihan. Mengonsumsi soda sesekali saja memang tidak masalah, tapi sebaiknya minuman ini tidak diminum saat seseorang sedang merasa dahaga atau haus.

Seperti dikutip dari eMedexpert, Senin (8/11/2010) minum soda memang bisa memuaskan rasa haus, tapi justru menjadi waktu yang paling buruk untuk minum soda. Hal ini karena saat sedang haus atau dehidrasi tubuh memiliki kadar air liur yang rendah.

Padahal salah satu fungsi dari air liur adalah untuk membantu menetralkan asam yang terkandung di dalam soda, serta berfungsi untuk mencuci gigi dari kandungan gula yang terdapat di dalamnya. Diketahui soda merupakan salah satu minuman paling asam yang mudah dibeli oleh masyarakat.

Selain itu sirup yang terkandung di dalam soda juga bisa membuat mulut menjadi kering dan membuat kadar air liur semakin berkurang serta meningkatkan rasa haus. Dan minuman yang sarat akan gula serta kafein bisa meningkatkan osmolalitas darah.

Jika soda tersebut mengandung kafein akan menambah efek buruknya, karena kafein merupakan salah satu diuretik. Sifat diuretik ini membuat air di dalam tubuh lebih banyak yang keluar melalui urine, jika tak diimbangi dengan minum air putih bisa menyebabkan tubuh kehilangan cairan atau dehidrasi.

Sebaiknya seseorang jangan terlalu sering mengonsumsi soda, karena bisa membuat ketagihan yang nantinya akan berdampak buruk bagi kesehatan. Bagi orang yang sudah kecanduan bisa mengonsumsi soda beberapa kali dalam sehari yang justru menimbulkan efek berbahaya. Karenanya kebiasaan minum soda sebisa mungkin mulai dikurangi atau dihentikan.

Untuk itu minum soda saat sedang haus tidak akan memberi efek banyak dalam mengatasi dahaga tersebut, tapi justru bisa membuat seseorang merasa lebih haus lagi. Salah satu cairan yang paling baik diminum saat haus adalah segelas air putih yang bisa mengganti cairan di dalam tubuh.

Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , , ,

Senin, 23 Agustus 2010

Bisakah Pasien Demam Berdarah Dirawat di Rumah?

img
(Foto: thinkstock)

Wabah demam berdarah mulai marak lagi. Jika sudah terkena demam berdarah biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk mengontrol dan menaikkan jumlah trombositnya. Tapi bisakah pasien demam berdarah dirawat di rumah?

"Seseorang biasanya harus dirawat di rumah sakit karena tubuhnya yang lemas, sangat mual sehingga setiap kali ia minum akan dimuntahkan kembali atau merasakan sangat sakit. Kondisi ini membuatnya harus dirawat untuk mencegah dehidrasi," ujar dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCMT, MHA, SpJP, FIHA saat dihubungi detikHealth, Selasa (24/8/2010).

Tapi jika si penderita masih cukup kuat, tidak lemas dan tidak mengalami dehidrasi dan mau minum yang banyak, maka tak masalah jika harus dirawat di rumah. Yang penting menurut dr Kasim, jika memutuskan dirawat di rumah tetap harus cek darah setiap hari untuk mengetahui perkembangan kenaikan jumlah trombositnya.

Yang utama dalam pengobatan demam berdarah menurut dr Kasim adalah jumlah cairan yang masuk. Jangan sampai si penderita mengalami dehidrasi sehingga akan memicu shock yang jika tak cepat ditolong bisa menyebabkan kematian.

Shock yang terjadi ini akan berimbas pada anjloknya jumlah trombosit yang membuat pembuluh darah mengempes. Maka itu jika ingin dirawat di rumah, minum yang banyak 2-3 liter per hari tidak bisa ditawar-tawar lagi.

"Kunci dari penanganan demam berdarah adalah cairan yang bisa berasal dari minuman atau infus. Kalau seseorang minumnya bagus misalnya 2-3 liter setiap hari dan rutin melakukan cek darah di laboratorium, maka bisa saja orang tersebut tak perlu dirawat di rumah sakit," ungkap dokter yang berpraktek di RS ASRI Jakarta.

dr Kasim menuturkan mekanisme tubuh setiap orang berbeda-beda, ada orang yang meskipun trombositnya rendah tapi ia tidak lemas sehingga ia bisa minum dengan cukup dan tidak mengalami dehidrasi.

Tapi ada juga orang yang trombositnya tidak terlalu rendah tapi karena sangat lemas sehingga ia perlu dirawat. Karenanya perlu dilihat terlebih dahulu kondisi si pasien.

Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit penderita yang terinfeksi virus dengeu. DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.

Gejala khas DBD antara lain:

  1. Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
  2. Nafsu makan berkurang
  3. Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
  4. Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
  5. Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik merah di tubuh atau bagian tubuh lain
  6. Hepatomegali (pembesaran hati)
  7. Kegagalan sikulasi

dr Kasim menuturkan masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani dengan baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai.

Tanda-tanda shock pada DBD adalah:

  1. Tampak gelisah dan lemah
  2. Kesadaran menurun
  3. Napas cepat
  4. Dapat disertai nyeri perut
  5. Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah kapiler kosong) menurun
  6. Nadi cepat dengan volume mengecil
  7. Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
  8. Ujung tangan dan kaki terasa dingin
  9. Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine) berkurang

Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak, konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.

Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi. Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.
Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , , ,

Minggu, 22 Agustus 2010

ASI Mengurangi Resiko Penyakit Jantung



img
dok. Thinkstock

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari Universita Pittsburgh, Amerika Serikat. Seperti yang dikutip dari Fox News, sebanyak 140 ribu wanita yang menyusui bayinya menjadi objek penelitian.

Pada penelitian tersebut terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit cardiovascular atau jantung setelah menopause.

Dr. Eleanor Bimla Schwarz dari Universitas Pittsburgh mengatakan bahwa manfaat dari menyusui terhadap resiko cardiovascular adalah tergantung 'dosis' menyusui. Semakin panjang durasi menyusui, maka semakin baik manfaatnya

Wanita dengan riwayat hidup menyusui lebih dari 12 bulan, cenderung lebih jarang terkena penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi dan penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.

Schwarz berspekulasi bahwa menyusui mengurangi lemak tubuh. Oleh karena itulah risiko terkena penyakit jantung atau cardiovascular pun semakin kecil.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , , , ,

Senin, 16 Agustus 2010

Depresi Sama Mematikannya dengan Merokok

img
(Foto: thinkstock)

Meski tak terlihat secara langsung, depresi dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan tubuh. Bahkan, orang yang depresi sama tak sehatnya dengan seorang perokok.

Depresi sama mematikannya dengan merokok. Itu adalah simpulan yang diperoleh dari penelitian unik yang dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris dan Norwegia. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam British Journal of Psychiatry.

Peneliti dari University of Bergen di Norwegia dan King's College di London membandingkan data survei lebih dari 60.000 orang dengan data rata-rata kematian. Hasilnya, selama empat tahun penelitian ditemukan bahwa risiko kematian akibat depresi benar-benar sebanding dengan risiko kematian akibat merokok.

Depresi dan merokok, keduanya diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, orang yang tertekan dan juga perokok cenderung lebih sedikit melakukan aktivitas fisik, yang merupakan faktor serius lain penyebab penyakit jantung.

"Depresi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, sama halnya dengan rokok," ujar psikolog Jeffrey Rossman, PhD, Direktur Manajemen Kehidupan di Canyon Ranch di Lenox, seperti dilansir dari MSN, Selasa (17/8/2010).

Menurut Rossman, kebanyakan orang yang depresi hanya menyimpan segala beban dalam pikirannya dan menganggap bahwa yang dialaminya bukanlah kondisi medis.

"Sebaiknya orang yang depresi mencari seseorang yang bisa diajak berbagi beban pikiran, seperti keluarga, teman, terapis atau dokter. Latihan aerobik secara teratur dan psikoterapi sama efektifnya dengan antidepresan untuk mengobati depresi klinis, dengan hasil jangka panjang lebih baik," tambah Rossman.

Rossman merekomendasikan tiga hal yang paling penting untuk mencegah depresi, yaitu:
  1. Tetap aktif dalam hubungan asrama, sosial, pekerjaan dan kegiatan lainnya.
  2. Melakukan latihan fisik minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.
  3. Makan makanan yang sehat dan segar (bukan makanan kemasan) dan hindari konsumsi alkohol yang berlebihan.
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , , , ,

Kamis, 12 Agustus 2010

Benarkah Mata Berkedip Tanda Anak Cacingan?

img
ilustrasi (Foto: eyecareforkids)

Kondisi mata yang sering berkedip jarang menimbulkan masalah serius dan sebagian besar bisa sembuh tanpa memerlukan perawatan. Tapi apa artinya jika mata anak sering berkedip? Benarkah mata berkedip pertanda cacingan?

Usut punya usut ternyata mata berkedip tidak ada hubungannya dengan cacingan. Malahan gejala cacingan jarang menimbulkan gejala. Namun jika muncul gejalanya yang terlihat seperti seperti nafsu makan berkurang, mual, diare atau sulit buang air besar (konstipasi), penurunan berat badan dan juga menurunkan kecerdasan anak.

Mata berkedip menurut Profesor Alan Hedge dari Cornell University states adalah satu refleks mata yang normal terjadi. Profesor Alan menuturkan bahwa rata-rata manusia mengedipkan matanya 12 kali per menit atau setara dengan 17.000 kali sehari.

Tapi beberapa anak ada yang seringkali mengedipkan matanya seakan-akan berkedip 17.000 kali per menit.

Berdasarkan penelitian tahun 2001 yang dilaoprkan oleh penulis utama David Coast dari Baylor College of Medicine di jurnal Ophthamology menuturkan bahwa sebagian besar anak yang sering berkedip termasuk ke dalam kategori yang tidak berbahaya dan bisa membatasi dirinya sendiri.

Penyebab mata anak sering berkedip Seperti dikutip dari Livestrong, Kamis (12/8/2010) adalah:
  1. Mata kering, karena berkedip merupakan salah satu mekanisme untuk rehydrate mata.
  2. Anak memiliki masalah penglihatan seperti convergence insufficiency, yaitu masalah dalam hal memfokuskan kedua matanya terhadap objek yang dekat. Atau masalah penglihatan yang kabur juga membuat seseorang berkedip lebih sering.
  3. Adanya masalah pada kelopak mata atau bagian mata yang terdiri dari kornea, iris, ruang anterior dan lensa.
  4. Memiliki gangguan sindrom Tourette, salah satu gejala dari sindrom ini adalah anak sering melakukan 'tics' yang bisa berupa mata berkedip.
  5. Adanya gangguan gerakan yang disebut dengan dystonia.
  6. Adanya gangguan saraf atau neurologis.
  7. Mata sering berkedip juga bisa menjadi bagian dari epilepsi.
  8. Adanya reaksi alergi yang membuat mata menjadi lebih sering berkedip.

Mata yang sering berkedip ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 2:1. Selain itu untuk mendiagnosisnya diperlukan riwayat kesehatan dari anak dan juga pemeriksaan klinis. Karena itu perawatan yang diberikan untuk mengatasi kondisi ini juga tergantung dari penyebabnya.

Pada umumnya kondisi mata yang sering berkedip jarang menimbulkan masalah serius dan sebagian besar bisa sembuh tanpa memerlukan perawatan. Tapi jika kondisi ini disebabkan oleh epilepsi atau dystonia, maka diperlukan penanganan lebih lanjut karena salah satu jenis dystonia yaitu blefarospasme bisa membuat kelopak mata benar-benar tertutup yang menyebabkan kebutaan fungsional.

Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , ,

Penglihatan Jadi Kelabu Akibat Depresi

img
Dok. Thinkstock

Ilmuwan di Jerman telah menemukan bahwa depresi berat dapat melemahkan sensitivitas respon retina mata untuk warna. Hal tersebut dapat menyebabkan penglihatan memudar menjadi abu-abu.

Seperti yang dikutip dari genius beauty, kelompok penelitian dari University of Freigburg menggunakan alat yang disebut electrotinogram untuk mengukur kemampuan seseorang mendeteksi warna kontras. Penelitian ini melibatkan dua kelompok orang, masing-masing kelompok terdiri dari 40 orang.

Kelompok pertama berisi individu tertekan sementara yang lain termasuk individu yang tidak depresi. Relawan diminta untuk melihat gambar hitam dan putih mirip papan catur. Daerah hitam dan putih diubah selama 12 kali per detik.

Hasil penelitian menunjukan bahwa sesorang yang sedang depresi berat lebih lambat merespon pada saat perubahan tersebut daripada orang yang tidak depresi. Para ilmuwan mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi alasan orang yang depresi melihat dunia dengan warna memudar.

Eya Ekasari - wolipop

Label: , ,

Rabu, 11 Agustus 2010

15 Makanan Non-Organik yang Sehat

15 Makanan Non-Organik yang Sehat
Foto: meta-dad.com

Membeli sayuran dan buah organik kadang merepotkan. Selain harganya yang relatif lebih mahal, sayuran dan buah tersebut hanya bisa di temui di pasar-pasar tertentu. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang tetap sehat dan aman meski bukan jenis organik. Yuk, lihat di sini!

Mengeluh karena harga buah dan sayuran organik yang cukup mahal? Sebenarnya tidak semua jenis buah dan sayuran harus dikonsumsi secara organik. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang sangat 'bersih' dari pestisida meskipun bukan jenis organik. Berikut ini adalah daftarnya:

1. Bawang
Bawang memiliki 'pelindung' yang diproduksi oleh diri mereka sendiri. Senyawa belerang yang aroma dan rasanya tidak disukai oleh serangga. Beberapa petani memang menyemprotkan pestisida di awal masa tanam, tapi kandungannya akan hilang seiring tumbuhnya bawang tersebut. Jadi cukup aman jika Anda konsumsi dalam jumlah yang banyak sekalipun.

2. Alpukat
Sebagian nesar pestisida yang disemprotkan pada tanamam alpukat menempel di bagian kulit. Sedangkan lapisan kulit alpukat cukup tebal, sehingga tidak tembus dan meresap hingga ke daging buah.

3. Jagung Manis
Lapisan kulit jagung yang berlapis-lapis menahan pestisida memasuki bagian dalam jagung.

4. Nanas
Penyemprotan zat kimia pengusir hama biasa dilakukan di awal musim tanam, sehingga kadarnya akan menurun ketika musim panen tiba. Kulit nanas yang tebal juga melindungi nya dari kadar kimia yang berlebih.

5. Mangga
Mangga yang tumbuh di kawasan Meksiko, Karibia, dan juga Amerika Selatan dimana iklim di sana sedikit kering cukup menghambat pertumbuhan jamur. Selain itu, mangga dikonsumsi selalu tanpa kulit jadi bisa mengurangi kadar kimia yang menempel di bagian kulitnya.

6. Kacang Polong
Kacang polong termasuk sayur yang bersih dan aman karena terlindung oleh polong mereka.

7. Asparagus
Masa tanam yang cepat membuat asparagus tidak sempat diserang oleh serangga dan juga hama lainnya.

8. Kiwi
Lacewings dan tawon parasit yang sering ada diseputar tanaman kiwi membantu mengendalikan hama yang suka merusak tanaman kiwi. Secara tak langsung menjadi pestisida alami.

9. Kubis
Meskipun kubis tidak dilapisi oleh kulit buah yang tebal, tapi bentuk kubis yang berlapis lapis membuat bagian tanaman ini tetap terlindung. Biasanya, bagian luar kubis dibuang sebelum dijual ke pasaran.

10. Terung
Permukaan kulit terung yang licin membuat bahan kimia tidak bisa diserap oleh kulitnya secara labngsung.

11. Cantaloupe
Cantaloupe, buah-buahan sejenis melon ini memang disemprot dengan pestisida, tapi tentu saja bagiand alam buah tidak terkena. Dan biasanya buah ini tidak disajikan bersama dengan kulitnya.

12. Semangka
Kulit buah yang tebal menjadikan daging buah semangka tetap terlindung dari bahan kimia jenis apapun.

13. Jeruk bali
Meskipun petani sering menggunakan fungisida untuk mengendalikan benalu tanaman, tapi semua bahan kimia tertahan di bagian kulit luarnya yang cukup tebal.

14. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung getah berwarna putih yang jika dimakanoleh serangga atau hama akan membuat serangga tersebut keracunan. Sehingga menghindari serangan serangga secara alami.

15. Honeydew melon
Honeydew dapat dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan air mengalir agar semua mikroba luntur bersama air.

Buah dan sayur jenis apapun yang Anda beli sebaiknya dicuci sebelum di konsumsi.

Eka Septia Wulan
- detikFood

Label: , , ,

Selasa, 10 Agustus 2010

Lidah Buaya Atasi Diabetes

Lidah Buaya Atasi Diabetes
http://genasik.telkomsel.com

Lidah buaya memang dikenal untuk menyuburkan rambut. Tapi kini, tanaman yang sedikit berlendir ini ternyata bisa di jadikan panganan yang enak dan juga menyehatkan. Tak hanya untuk meredam panas dalam, tapi juga mengatasi diabetes dan juga penyakit jantung.

Aloe Vera atau yang lebih dikenal dengan nama lidah buaya, memang sudah cukup terkenal untuk menyuburkan rambut. Beberapa tahun terakhir, banyak sekali ditemukan jenis minuman baru yang berasal dari daging lidah buaya. Konon katanya, bisa meredam panas dalam dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Ternyata, keistimewaan lidah buaya tidak berhenti sampai di situ saja. Tanaman yang sudah digunakan oleh bangasa Samaria sejak tahun 1875 SM ini juga mampu menyembuhkan beberapa jenis penyakit lainnya. Diantaranya adalah radang tenggorokan, diabetes, jantung, hingga wasir.

Menurut Fujio L. Panggabean, seorang ahli tanaman obat mengatakan kalau kemampuan lidah buaya tak lain karena tanaman ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak setelah air, sehingga menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.

Menurut Dr. Freddy Wilmana, MFPM, Sp.FK, seroang pengamat makanan mengatakan bahwa ada beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C, vitamin E, dan zinc.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit. Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya, kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda. Lendirnya yang bersifat pahit dan mengandung laktasit, merupakan pencahar yang baik untuk tubuh.

Meskipun begitu, ternyata tidak semua lidahbuaya bisa dijadikan panganan dan berkhasiat penuh. Menurutnya (Dr.Freddy) dari 200 jenis tanaman lidah buaya yang baik digunakan untuk pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis yang miller.

Panganan yang berbahan dasar lidah buaya kini sudah mulai banyak di temukan di pasar swalayan. Mulai dari manisan hingga dodol, bahkan ada juga lidah buaya yang dijual mentah untuk Anda yang ingin mengolahnya secara langsung.
Eka Septia Wulan - detikFood

Label: , , , , ,

Anak Perempuan Sekarang Sudah Puber di Usia 7-8 Tahun

img
Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Studi terbaru menemukan anak perempuan sekarang lebih cepat payudaranya tumbuh di usia 7 atau 8 tahun ketimbang orang zaman dulu. Hal ini membawa keprihatinan mengenai masa pubertas anak yang terlalu dini.

Perdebatan tentang masalah ini sebenarnya sudah dimulai dengan sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 1997 oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Marcia E. Herman-Giddens, seorang peneliti di University of North Carolina, Chapel Hill.

Dalam studi tersebut, dokter anak di seluruh negeri diminta untuk menilai kematangan seksual pada 17.077 gadis usia 3-12 tahun. Studi ini menemukan bahwa payudara atau rambut di kemaluan atau keduanya, jauh lebih sering terjadi pada 7-8 tahun.

Secara normal seharusnya anak perempuan baru mengalami menstruasi untuk pertama kali saat usia antara 12-13 tahun.

Cepatnya masa puber anak perempuan saat ini diduga karena terkait obesitas yang memainkan peran penting, karena lemak tubuh dapat menghasilkan hormon seks. Beberapa peneliti juga menduga bahwa bahan kimia lingkungan yang menyerupai efek estrogen dapat mempercepat masa pubertas.

Masalah ini menjadi perhatian karena alasan medis dan psikososial. Studi menunjukkan bahwa pubertas awal, yang diukur dengan usia pada menstruasi pertama (menarche), dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Hal ini disebabkan karena tingkat hormon estrogen dan progesteron dapat memicu beberapa tumor yang bisa menjadi ganas.

Meskipun studi baru ini tidak memandang usia menstruasi, pertumbuhan payudara juga merupakan tanda eksposur hormon. Beberapa peneliti takut bahwa perkembangan payudara awal ini juga mungkin berarti sebuah peningkatan risiko kanker.

Selain itu, secara sosial dan emosional, sangat sulit bagi seorang gadis yang hidup dengan pikiran bocah tetapi sudah tumbuh menjadi tubuh seorang wanita. Ia juga belum siap berurusan dengan ketertarikan lawan jenis atau mengatasi perubahan emosi dan dorongan seksual dalam tubuhnya.

"Ini adalah bendera peringatan. Saya pikir orangtua harus waspada dengan hal-hal yang dapat mengekspos tubuh anak-anak kita," kata Dr Frank M. Biro, penulis pertama studi dan direktur kedokteran remaja di Cincinnati Children's Hospital Medical Center, seperti dilansir dari NYTimes, Senin (9/8/2010).

Dr Catherine Gordon, pediatrik endokrinologi dan spesialis kedokteran remaja di Children's Hospital Boston, mengatakan bahwa sejauh ini sebagian besar bukti menunjukkan bahwa baik perkembangan payudara atau umur menstruasi telah berubah terkait dengan banyaknya obesitas pada anak.
Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Senin, 09 Agustus 2010

Bahayanya Cairan Ketuban yang Sedikit

img
ilustrasi (Foto: thinkstock)

Cairan ketuban adalah salah satu bagian dari sistem pendukung kehidupan bayi. Cairan ketuban ini tidak boleh sedikit, tapi beberapa komplikasi bisa menyebabkan cairan ketuban ibu hamil habis yang membahayakan bayi dan dirinya.

Cairan ketuban terbentuk sekitar 12 hari setelah pembuahan. Cairan ini bisa melindungi bayi dan membantu perkembangan otot, kaki, paru-paru dan sistem pencernaan bayi.

Pada awalnya cairan ketuban berisi air yang berasal dari ibunya, tapi pada usia kehamilan 20 minggu cairan ketuban berisi urin janin.

Cairan ketuban ini bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi, jika terlalu rendah disebut dengan oligohidramnion dan jika terlalu tinggi disebut dengan polihidramnion.

Oligohidramnion adalah suatu kondisi yang memiliki cairan ketuban terlalu sedikit. Dokter bisa mengukur jumlah cairan ini melalui beberapa metode, dan yang paling sering adalah melalui indeks cairan ketuban (amniotic fluid index/AFI).

Jika volume cairan kurang dari 500 ml pada usia kehamilan 32-36 minggu, maka akan dicurigai mengalami oligohidramnion. Kondisi ini bisa terjadi selama masa kehamilan, tapi yang paling umum adalah saat trimester ketiga.

Jika waktu melahirkan sudah lewat hingga dua minggu atau lebih, maka tingkat cairan ketuban berisiko menjadi rendah. Karena cairan ketuban pada umumnya akan berkurang setelah mencapai usia kehamilan 42 minggu.

Penyebab rendahnya cairan ketuban seperti dikutip dari Americanpregnancy.org, Senin (9/8/2010) adalah:
  1. Adanya masalah dengan perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi yang menyebabkan produksi air seninya sedikit, hal ini akan membuat cairan ketuban rendah.
  2. Adanya masalah pada plasenta, karena jika plasenta tidak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi akan memungkinkan ia untuk berhenti mendaur ulang cairan.
  3. Ada kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.
  4. Usia kehamilan sudah melewati batas, hal ini menyebabkan turunnya fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.
  5. Adanya komplikasi pada sang ibu, misalnya dehisrasi, hipertensi, pre-eklamsia, diabetes dan hipoksia kronis.

Gejala yang muncul jika cairan ketuban sedikit adalah:
  1. Ibu merasakan nyeri saat janin melakukan gerakan di dalam rahim
  2. Ketika ketuban pecah maka cairan yang keluar sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali serta merasa sangat sakit pada saat kontraksi.
Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , ,

Penyebab Luka Penderita Diabetes Susah Sembuh

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)

Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka di kaki. Butuh kesabaran ekstra dalam merawatnya, sebab rasa frustrasi yang muncul ternyata bisa memperlama proses kesembuhan.

Lamanya penyembuhan luka penderita diabetes ini karena terkait kadar kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi kadar kortisolnya.

Penelitian di University of Nottingham mengungkapkan hubungan kadar kortisol dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka (ulcer) di kaki. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia edisi bulan Agustus.

Dikutip dari Healthday, Senin (9/8/2010), peneliti melibatkan 93 penderita diabetes yang mengalami luka di kaki. Pengamatan terhadap kondisi luka dilakukan di awal penelitian, lalu diulangi secara periodik pada pekan ke-6, 12 dan 24.

Depresi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kortisol menyebabkan proses penyembuhan luka di kaki berlangsung lebih lama. Temuan ini mengisyaratkan pada penderita diabetes untuk mengurangi beban pikiran yang bisa menyebabkan stres, terutama saat mengalami luka.

Selain itu, sikap tidak sabaran juga menghambat penyembuhan luka. Pada penderita diabetes, sikap tersebut seringkali berakhir dengan rasa frustrasi yang lagi-lagi dapat memicu stres dan meningkatkan kadar kortisol.

Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli kini tengah merancang metode perawatan luka khusus untuk penderita diabetes. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu mempercepat penyembuhan luka melalui pendekatan psikologis.

Luka di kaki terjadi pada sekitar 15 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Umumnya luka tersebut disebabkan oleh cedera ringan yang berkembang menjadi lebih parah, karena pada penderita diabetes luka kecil sekalipun akan sulit disembuhkan.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Sauna yang Memakan Korban

img
Vladimir Ladyzhensky-kanan (telegraph)

Berlama-lama di tempat uap panas atau sauna sangat tidak dianjurkan. Jika keringat terus menerus dikeluarkan bisa membuat kulit terbakar, dehidrasi, sesak napas, mual-mual, pusing, pingsan, gagal ginjal hingga kematian.

Seorang finalis lomba ketahanan sauna di Helsinski, Finlandia bernama Vladimir Ladyzhensky asal Rusia nyawanya tak terselamatkan, setelah roboh di menit ke enam dalam lomba di ruang sauna bersuhu 43 derajat celsius atau 110 derajat fahreinheit.

Padahal Vladimir adalah calon yang difavoritkan, dia tinggal melawan satu finalis lagi Timo Kaukonen asal Finlandia yang tahun lalu menjadi juara.

Ketika pingsan Vladimir langsung dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. Sedangkan Timo yang kembali menjadi pemenang kini dalam perawatan.

Seperti dilansir Telegraph, Senin (9/8/2010) panitia yang diperiksa polisi mengaku sudah melakukan tes medis lengkap untuk mengetahui apakah peserta layak mengikuti lomba atau tidak.

Kompetisi yang diselenggarakan di Heinola Finlandia ini telah berlangsung sejak tahun 1999 dan tahun ini diikuti 135 peserta dari 15 negara.

Dr Rachel Vreeman dari the Indiana University School of Medicine seperti dilansir Health mengingatkan tindakan membersihkan tubuh melalui pengeluaran keringat berlebih di sauna sangat membahayakan.

Air adalah zat paling banyak hilang dari tubuh saat mandi sauna. Dan jika seseorang sudah kehilangan banyak air, tubuh tidak bisa lagi bertahan hidup lama dan risiko kematian menjadi ancaman terbesarnya.

Dalam lingkungan yang terlalu panas atau terlalu dingin, keringat berfungsi untuk menyeimbangkan berapa panas yang harus dihasilkan atau berapa yang sudah dilepaskan. Tapi jika keringat terus menerus dikeluarkan dalam jangka waktu lama, tubuh tidak bisa lagi mendinginkan badan dengan cukup.

Beberapa studi menyebutkan bahwa melakukan mandi sauna bisa menurunkan tekanan darah, meningkatkan aliran darah dan fungsi jantung. Tapi berlama-lama mandi sauna justru mengancam jiwa.

Irna Gustia - detikHealth

Label: , ,

Bunga Kecombrang, Pencegah Masuk Angin

Bunga Kecombrang, Pencegah Masuk Angin
Foto: wln/detikfood

Bunga berwarna pink cantik ini ternyata bukan hanya bisa dijadikan hiasan, tetapi juga enak untuk bumbu masakan. Memiliki aroma harum yang khas, paduan serai, jahe dan lemon. Tak hanya itu, kecombrang ini juga bisa dijadikan obat masuk angin. Penasaran?

Mungkin belum terlalu banyak orang yang mengetahui tentang jenis tanaman ini. Yak, kecombrang atau rias namanya. Seringkali ditemukan di beberapa resep masakan Nusantara. Kecombrang atau yang sering disebut honje oleh masyarakat Jawa Barat merupakan tanaman yang masih satu rumpun dengan jahe.

Kecombrang biasanya dijadikan sebagi bumbu penyedap di beberapa jenis masakan Nusantara. Kuntum bunga ini sering dijadikan lalapan atau direbus dan dijadikan lalapan oleh masyarakat Jawa Barat. Di daerah Pekalongan, kecombrang yang sudah diiris halus dijadikan campuran pembuatan megana, alias urap dengan bahan dasar nangka muda.

Fungsi kecombrang atau kincung (sebutan orang Sumatera Utara) untuk menghilangkan aroma amis ikan pada masakan. Kecombrang yang masih serumpun dengan jahe ini, memiliki rasa yang sedikit pedas mirip dengan jahe. Tak heran jika kecombrang cocok disantap ketika udara dingin untuk menghindari masuk angin.

Selain itu kecombrang enak dibuat sambal, campuran pecel, campuran gulai khas Sumatera dan juga untuk pelengkap pepes ikan. Aroma wangi mirip lemon, jahe atau serai dan sedikit rasa asamnya ternyata bisa memberi rasa hangat di badan dan mencegah masuk angin. Selain lezat, berkhasiat juga untuk tubuh. Kecombrang banyak dijual di pasar tradisional dengan harag Rp. 1.000,00-Rp. 2.000,00 per buah.

Eka Septia Wulan - detikFood

Label: , ,

Minggu, 08 Agustus 2010

Hati-hati, Payudara Mengecil Karena Kopi!


img
Dok. : Thinkstock

Konsumsi kopi ternyata berdampak negatif pada bentuk tubuh wanita. Sebuah penelitian membuktikan bahwa konsumsi kopi dapat membuat ukuran dada wanita mengecil.

Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti asal Swedia dari Universitas Lund dan dipimpin oleh seorang ahli tumor bernama Helena Jernstrom. Awalnya penelitian ini betujuan untuk mengetahui pengaruh kopi bagi para wanita.

Hasilnya cukup menggembirakan, karena ternyata konsumsi kopi tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko kanker payudara pada wanita. Namun dalam penelitian itu, bukan hanya hal positif tersebut yang di dapat. Dalam penelitian tersebut juga terungkapbahwa kopi mempengaruhi ukuran dada wanita.

Dari penelitian tersebut, terungkap bahwa kopi juga bisa membuat ukuran dada wanita lebih kecil. Wanita dengan berat badan yang normal namun memiliki payudara yang besar biasanya memiliki jumlah Mammary Gland (zat penghasil susu) yang banyak.Jumlah mammary gland tersebut yang biasanya menaikkan risiko kanker payudara.

Konsumsi kopi secara teratur dapat mengurangi jumlah mammary gland tersebut. Namun hal tersebut otomatis juga membuat ukuran payudara jadi lebih kecil.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , , ,

Memikirkan Seks? Awas Bersin!

img
Dok. : Thinkstock

Seks dan bersin adalah dua hal yang sangat berbeda dan sekilas tidak berhubungan. Namun menurut penelitian, saat seseorang memikirkan seks, bisa menyebabkan bersin datang.

Penelitian itu dilakukan oleh Dr. Mahmood Bhutta dari rumah sakit John Radcliffe, Inggris. Bhutta menemukan bahwa pikiran seseorang tentang seks, dapat menyebabkannya bersin.

Penelitian dilakukan dengan cara yang unik, yaitu browsing di internet. Bhutta mengetik keyword bersin dan sex dalam browser komputernya dan ia menemukan dua kata itu ada di dalam satu forum yang sama.

Ia pun meneliti 17 orang yang ikut serta dalam forum tersebut. Ia menemukan tiga orang dari objek penelitiannya mengaku selalu bersin saat mencapai orgasme.

Menurut Bhutta yang dikutip dari Foxnews, bersin itu adalah gejala reflek, dan bisa berbeda bagi setiap orang. Saat orgasme, banyak saraf-saraf kita yang ikut terangsang. Misalnya pupil semakin kecil, detak jantung semakin cepat.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop

Label: , , ,

Sembuhkan Insomnia Dengan Cherry

img
Dok. Thinkstock

Susu hangat dikatakan sebagai minuman yang dapat membuat tidur lebih nyenyak dan berkualitas. Tapi perasaan bersalah karena kadar gula dan lemak pada susu yang tinggi membuat Anda malas mengonsumsinya. Kini ada minuman yang punya khasiat sama dengan susu hangat.

Seperti yang dilansir dari genius beauty, jus cherry dapat memperbaiki kualitas tidur Anda. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang telah meminum jus cherry tanpa gula di pagi dan sore hari, memiliki tidur yang lebih baik dibanding mereka yang meminum jus lain dalam jumlah sama. Rata-rata durasi tidur mereka meningkat 17 menit setelah mengonsumsi jus cherry.

Kandungan dalam jus cherry mempengaruhi melatonin dalam tubuh. Melatonin merupakan hormon yang mengatur siklus tidur dan bangun, seperti yang dituturkan oleh Wilfred Pigeon, seorang psikiater di University of Rochester di New York.

Eya Ekasari - wolipop

Label: , ,

Rokok dan Tindik Puting Tingkatkan Risiko Abses Payudara

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)

Ada banyak faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko abses atau penumpukan nanah pada payudara. Sebuah penelitian terbaru membuktikan, merokok dan membuat tindik di bagian puting susu termasuk di antaranya.

Abses payudara merupakan penyakit yang sulit untuk sembuh sekaligus mudah untuk kambuh. Dikutip dari Healthday, Minggu (8/8/2010), peluang kekambuhan bagi yang pernah mengalaminya berkisar di antara 40-50 persen.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, salah satunya adalah Staphylococcus aureus. Bakteri yang secara alami bisa ditemukan pada kulit manusia itu bisa masuk apabila ada luka pada payudara terutama di sekitar puting susu.

Selain diabetes dan obesitas yang merupakan faktor risiko utama, beberapa faktor lain ternyata dapat meningkatkan risiko abses payudara. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di University of Iowa, yang dipublikasikan dalam Journal of The American College of Surgeons edisi Juli 2010.

Salah satu faktor yang dimaksud adalah rokok, yang dapat meningkatkan risiko abses payudara 6 kali lipat dibanding pada wanita yang tidak merokok. Selain itu, rokok juga membuat peluang kekambuhan melonjak hingga 15 kali lipat.

Dari sejumlah pasien yang mengalami kekambuhan, 60 persen di antaranya merupakan perokok berat. Oleh karena itu, peneliti menyarankan para pendeita abses yang merokok untuk menghentikan kebiasaanya agar risiko kambuh bisa dikurangi.

Selain itu, faktor berkutnya yang baru pertama kali diungkap adalah tindik di bagian puting susu. Risiko untuk mengalami abses payudara pada wanita yang putingnya ditindik cenderung meningkat pada kurun waktu hingga 7 tahun sejak tindik dibuat.

Dalam penelitian ini, para ahli melibatkan 68 wanita yang mengalami abses payudara, termasuk 43 wanita perokok dan 9 wanita yang memiliki tindik di putingnya. Seluruh partisipan tidak memiliki riwayat kanker payudara dan tidak sedang menjalani penyinaran dengan radiasi maupun operasi payudara dalam 12 bulan terakhir.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Agar Anak Doyan Makan Sayur

img
Ilustrasi (dok: thinkstock)

Sayuran mengandung banyak nutrisi penting, tetapi mengapa kebanyakan anak-anak tidak menyukainya? Dibutuhkan strategi yang tepat agar anak gemar dan terbiasa makan sayur, salah satunya dengan memperkenalkan Popeye sebagai tokoh idola.

Popeye sang pelaut merupakan tokoh kartun yang sudah populer sejak era 1930-an. Kemunculannya sering dikaitkan dengan propaganda makan sayur di kalangan anak-anak pada masa itu, sebab tokoh tersebut digambarkan senang makan bayam yang membuatnya menjadi sangat kuat hanya dalam sekejap.

Seorang peneliti dari Mahidol University di Bangkok membuktikan, propaganda dengan memanfaatkan multimedia semacam itu sangat efektif dalam meningkatkan konsumsi sayuran pada anak. Dalam sebuah eksperimen yang berlangsung selama 8 pekan, ia memutarkan serial Popeye di sela-sela jam makan siang para murid TK.

Akibat terpengaruh oleh perilaku tokoh idola, asupan sayur dan buah pada anak meningkat 2 kali lipat setelah mengikuti program tersebut. Selain itu para orang tua juga melaporkan bahwa murid-murid TK merasa bangga telah mengkonsumsi sayur saat makan siang di sekolah.

Prof Chutima Sirikulchayanonta yang memimpin penelitian tersebut mengakui, pemutaran film kartun memang bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Sebab dalam eksperimen tersebut, ia memasukkan berbagai program interaktif seperti:
  1. Mengajak para murid menanam sayur bersama
  2. Mengadakan pesta kebun dengan menu sayur dan buah-buahan
  3. Tutorial memasak sup bagi para murid.
Sementara bagi para orang tua di rumah, Prof Chutima memberi catatan tentang beberapa hal yang bisa membuat anak makin gemar makan sayur. Dikutip dari Sciencedaily, Minggu (8/8/2010), beberapa catatan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Duduk di samping anak yang sedang makan sayur lalu ikut menyantap menu yang sama akan membuat anak merasa spesial
  2. Mencicipi bermacam-macam rasa buah dan sayuran adalah cara yang menyenangkan bagi anak untuk mengenal berbagai jenis makanan
  3. Melibatkan anak dalam tahap-tahap menyiapkan makanan, mulai dari emncuci dan memotong sayuran, hingga meracik bumbu akan menumbuhkan rasa menghargai makanan pada anak.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Kamis, 05 Agustus 2010

Pakai Korset dan Efek Kesehatannya

img
(Foto: thinkstock)

Meski tersiksa dan sulit bernapas korset banyak dipakai orang karena bisa membuat perut terlihat rata. Tapi penggunaan korset juga bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Korset adalah salah satu alat yang bisa menyiksa diri dan terkenal dapat menyebabkan sakit di tubuh. Tapi barang ini tetap saja disukai oleh banyak perempuan, bahkan kini beberapa laki-laki juga ada yang menggunakan korset.

Penggunaan korset memang memiliki manfaat estetika bagi yang memakainya, seperti pinggang yang lebih kecil, postur tubuh yang lebih baik, pinggul dan payudara akan terlihat lebih berisi serta mengurangi ukuran pinggang.

Saking dipercaya bisa membuat bentuk tubuh lebih baik, korset telah menjadi industri yang menguntungkan dan terus diproduksi dengan berbagai macam khasiat seperti untuk memperbaiki bentuk tubuh atau untuk wanita setelah melahirkan.

Dikutip dari BBC, Jumat (6/8/2010) masalah yang sering terjadi adalah seseorang kadang melupakan efek buruk yang mungkin ditimbulkan demi sebuah tren mode.

Seiring berjalannya waktu, pemakaian korset membuat otot-otot punggung bagian bawah dipaksa untuk turut memberikan dukungan tambahan dan diperparah dengan ketatnya korset yang digunakan. Hal ini tentu saja membuat tulang belakang berhenti tumbuh karena tidak mendapatkan dukungan yang cukup.

Beberapa cerita mengerikan tentang korset mungkin pernah didengar masyarakat, seperti seorang gadis meninggal karena sesak napas atau ada yang hatinya tertusuk oleh tulang rusuk sendiri. Namun masih sulit dipastikan apakah hal tersebut memang benar-benar akibat penggunaan korset atau tidak.

Jika menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko. Diduga salah satu risiko yang parah akibat penggunaan korset yang tidak tepat adalah chlorosis (greensickness) dengan ciri kulit putih kehijauan yang diakibatkan adanya gangguan pada empedu. Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut.

Beberapa risiko serius lainnya juga mungkin terjadi, terutama jika penggunaannya dalam jangka waktu lama dan berkepanjangan.

Biasanya risiko yang muncul ditandai dengan:

  1. Terjadinya penurunan otot perut.
  2. Pergeseran dan terganggunya dinding perut.
  3. Usus bisa tertekan.
  4. Terjadinya kompresi terhadap rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati.
  5. Penurunan kapasitas paru-paru.
  6. Kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Hal yang paling penting untuk diingat sebelum menggunakan korset adalah pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam.

Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.

Vera Farah Bararah - detikHealth

Label: , ,

Pekerjaan Rumah Tangga Cegah Kanker Payudara

img
Dok. Thinkstock

Sebuah penelitian yang baru-baru ini dilakukan di Eropa memberikan kabar gembira bagi para wanita yang rajin melakukan pekerjaan rumah tangga. Cancer Epidemiology Biomarkers and Prevention melaporkan bahwa melakukan pekerjaan rumah tangga dapat mencegah Anda dari terkena kanker payudara.

Dalam percobaannya, peneliti mengamati 200.000 wanita dari sembilan negara Eropa selama kurang lebih 6,5 tahun. Peneliti menganalisa wanita yang sehari-harinya menghabiskan 16 -17 jam per minggu dengan melakukan tugas-tugas rumah tangga seperti, memasak, membersihkan rumah, mencuci dan lainnya. Kegiatan tugas tersebut ternyata lebih baik dari latihan fitnes yang intensif sekalipun.

Seperti yang dilansir dari genius beauty, temuan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah tangga mengurangi risiko kanker payudara sebesar 30 persen pada wanita sebelum masa menopause dan sebesar 20 persen pada wanita setelah masa menopause. Jadi tetap lakukan pekerjaan rumah tangga Anda untuk tetap sehat!

Eya Ekasari - wolipop

Label: ,