Minggu, 08 Agustus 2010

Memikirkan Seks? Awas Bersin!

img
Dok. : Thinkstock

Seks dan bersin adalah dua hal yang sangat berbeda dan sekilas tidak berhubungan. Namun menurut penelitian, saat seseorang memikirkan seks, bisa menyebabkan bersin datang.

Penelitian itu dilakukan oleh Dr. Mahmood Bhutta dari rumah sakit John Radcliffe, Inggris. Bhutta menemukan bahwa pikiran seseorang tentang seks, dapat menyebabkannya bersin.

Penelitian dilakukan dengan cara yang unik, yaitu browsing di internet. Bhutta mengetik keyword bersin dan sex dalam browser komputernya dan ia menemukan dua kata itu ada di dalam satu forum yang sama.

Ia pun meneliti 17 orang yang ikut serta dalam forum tersebut. Ia menemukan tiga orang dari objek penelitiannya mengaku selalu bersin saat mencapai orgasme.

Menurut Bhutta yang dikutip dari Foxnews, bersin itu adalah gejala reflek, dan bisa berbeda bagi setiap orang. Saat orgasme, banyak saraf-saraf kita yang ikut terangsang. Misalnya pupil semakin kecil, detak jantung semakin cepat.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop

Label: , , ,

Selasa, 13 Juli 2010

4 Tanda Performa Seks Yang Memuaskan

img
dok.: Thinkstock

Ada banyak tanda-tanda yang dilakukan oleh pasangan bila ia 'puas' dalam bercinta. Cukup dengan mengamati kondisi fisik suami saja, Anda pun akan tahu apakah ia puas atau tidak, tanpa perlu bertanya.

Biasanya, sukses bercinta ditandai dengan menghela nafas, mengantuk dan tertidur. Sebenarnya masih banyak tanda-tanda lainnya yang harus Anda ketahui.

1. Puting mengeras
Setelah merasakan orgasme, suami akan merasakan gugup atau merinding lalu perhatikan putingnya, bila mengeras berarti 'servis' Anda sangat memuaskan.

2. Tulang Ngilu
Tanda ini akan terlihat jelas pada pria. Cobalah untuk memperhatikan kaki dan tangan suami, apakah tampak bergetar sesaat setelah orgasme? Jika ya Anda tidak perlu bertanya lagi.

3. Ingin dimanja
Biasanya baik wanita maupun pria ingin mengungkapkan rasa bahagianya setelah bercinta dengan pelukan atau ciuman. Jika ini terjadi pada suami dan Anda berarti Anda berdua baru saja melewati pengalaman yang sangat menyenagkan.

4. Senyuman lain
Senyuman yang diberikan olehnya sesaat setelah merasa puas bercinta biasanya berbeda dengan senyuman ia biasanya. Tidak perlu khwatir, itu bukan senyuman karena tidak puas, itu adalah cara alami suami berterimakasih kepada Anda.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , ,

Seks Makin Mantap di Umur 45

img
Dok. : Thinkstock
Tak ada kata terlalu tua untuk sebuah hubungan seks. Sebuah penelitian bahkan telah memastikan bahwa kehidupan seks seseorang akan semakin mantap saat berumur 45 tahun.

Sebuah survey dilakukan oleh perusahaan suplemen organik asal Inggris. Mereka menjadikan 1.752 pasangan berumur di atas 45 tahun sebagai obyek penelitiannya.

Pertanyaan sekitar kehidupan seks dilontarkan kepada setiap peserta survey. Pertanyaan itu juga meliputi kehidupan seks mereka dari tahun ke tahun.

Di umur 36 tahun, para peserta survey mengaku kehidupan seks mereka lebih teratur. Mungkin tak ada gairah yang meletup-letup, namun hal tersebut digantikan dengan kehidupan seks yang lebih tenang.

Hal tersebut semakin terasa di umur 45 tahun. Setelah melewati aneka cobaan di pernikahan selama puluhan tahun, biasanya para pasangan merasa lebih 'dewasa' serta mantap menjalankan pernikahannya. Itulah yang membuat kehidupan seks mereka semakin berkualitas.

Namun tentu ada perubahan. Walaupun kualitas seks meningkat, namun dari segi kuantitas, berkurang. Rata-rata para peserta survei mengaku, waktu terlama mereka melakukan seks termasuk foreplay adalah 22 menit. Sebanyak 31 persen peserta survey bahkan mengaku sering mempercepat kegiatan seks mereka karena merasa letih.

Oleh karena itu, para ahli mengatakan bahwa tak ada batasan umur untuk melakukan hubungan seks, namun mereka juga menggaris bawahi pola hidup sehat agar kegiatan seks tetap berjalan dengan lancar baik dari segi kualitas juga kuantitas.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , , ,

Kebosanan Seks Antara Suami-Istri Harus Diwaspadai

img
dok.: Thinkstock
Kehilangan mood bercinta bagi pasangan yang sudah lama menikah adalah hal biasa. Tapi jangan sampai hubungan Anda renggang karena itu, waspadai penyebabnya.

Tekanan yang Anda dapatkan setiap harinya, merupakan salah satu faktor yang membuat menurunnya gairah bercinta. Menghabiskan sebagian dari waktu Anda di kantor menyebabkan Anda lelah saat sampai dirumah. Keinginan bercinta pun sudah tak ada.

Satu-satunya solusi adalah menjadwalkan acara bercinta Anda dengan suami. Cari waktu Anda yang kira-kira lebih lenggang, buatlah janji berendam di bathtub dengan air hangat atau mandi bersama untuk membangkitkan semangat Anda.

Karena sudah saling mengenal kesukaan masing-masing, acara bercinta menjadi semakin monoton. Hal tersebut akan membuat Anda berdua bosan, karena hanya saling mengeksplorasi bagian sensitif Anda yang itu-itu saja. Gaya bercinta yang sama juga membuat Anda berdua jenuh.

Coba segarkan kehidupan bercinta Anda dengan eksplorasi.
Eksplorasi semua tubuh Anda dan suami, seperti bagian belakang telinga, tengkuk, belakang lutut atau lainnya. Kenakan pakaian yang tidak biasa Anda pakai, biarkan suami menyampaikan imajinasinya pada Anda.

Anda masih suka mempermasalahkan tubuh Anda.
Seringkali Anda tidak percaya diri dengan bentuk payudara yang kecil dan selulit pada paha serta bokong. Hal tersebut dapat menjadi faktor menurunnya gairah bercinta. Siapa sih yang tahan dengan orang yang tidak pernah puas dengan dirinya sendiri?

Jika Anda merasa ada yang tidak beres pada bentuk tubuh Anda maka perbaikilah. Rajin luluran, atur pola makan dan olahraga bisa jadi solusi Anda. Dan perlu diingat, percaya diri adalah salah satu cara untuk tampil seksi.

Eya Ekasari - wolipop


Label: , , , ,

Minggu, 11 Juli 2010

Sakit Kepala Sebabkan Masalah Seksual

img
Dok. : Thinkstock
Jangan pernah sepelekan sakit kepala Anda. Karena ternyata, hal itu bisa mempengaruhi kehidupan seks.

Satu dari lima rakyat Amerika telah kehilangan gairah seksnya karena sakit kepala yang mereka derita. Demikian yang terungkap dari penelitian National Sleep Foundation (NSF) terhadap 1000 orang pekerja Amerika.

Ternyata sakit kepala yang dimaksud merupakan akibat dari tingginya tekanan serta jam kerja yang berlebihan. Hal itu membuat seseorang kekurangan waktu tidur.

Dari penelitian itu juga terungkap bahwa sekitar 50 juta rakyat Amerika menderita penyakit susah tidur atau insomnia. Selain mengganggu ketahanan tubuh, rutinitas yang berlebihan juga berakibat buruk pada hubungan pribadi.

Rata-rata pekerja Amerika menghabiskan waktu 10 jam untuk bekerja. Dan alhasil, waktu tidur malam mereka kurang dari 6 jam. Jadwal padat itu yang akhirnya berpengaruh pada kehidupan seks mereka, dan berujung pada masalah dalam hubungan pribadinya.

Amelia Ayu Kinanti - wolipop


Label: , ,