Butik Online Ala Google Segera Dirilis
Google sebagai salah satu mesin pencari terbesar di dunia ternyata juga peduli pada perkembangan dunia fashion. Mereka pun membuat butik online sendiri.
Butik online dibawah naungan Google bertajuk BOUTIQUES.COM. Dikutip dari Vogue, butik itu akan segera dirilis akhir minggu ini.
Layaknya sebuah mesin pencari, para pengakses BOUTIQUES.COM juga bisa mencari label dan koleksi rumah mode kegemarannya. Tak hanya itu, para pengakses juga dapat membuat tampilan butik onlinenya sendiri, sesuai yang diinginkan.
Hingga saat ini, selebriti Sarah Jessica Parker dan Katie Holmes tercatat telah membuat tampilan butik onlinenya sendiri. Yang pasti Google menjamin, tampilan BOUTIQUES.COM akan terlihat seperti butik online yang elegan dan mewah ketimbang terlihat sebagai mesin pencari.
wolipop.com
Label: butik, google, hot news, online
Finalis Topless Tak Ada Yang Tembus 10 Besar Miss Universe
Miss USA (Situs Resmi Miss Universe) Ajang Miss Universe 2010 sempat jadi kontroversi karena mengizinkan sejumlah finalisnya berpose topless, salah satunya Miss USA. Pose topless tersebut rupanya tidak membuat para finalis tersebut berjaya di Miss Universe.
Miss USA Rima Fakih yang cukup optimis ternyata bernasib sama dengan Puteri Indonesia 2009 Qory Sandioriva. Rima yang berpose topless itu juga gagal masuk 15 besar Miss Universe 2010.
Selain Rima, finalis lainnya yang tampil topless dan juga gagal adalah Miss Trinidad & Tobago dan Miss Japan. Keduanya sebelumnya berani melakoni pemotretan dengan tubuh dilukis dan tidak memakai bra.
Dilansir Global Beauties, Selasa (24/8/2010), mereka yang masuk lima besar Miss Universe 2010 adalah Meksiko, Jamaika, Australia, Ukraina dan Filipina. Kemudian yang sukses melaju ke tiga besar adalah Meksiko, Jamaika dan Australia.
Miss Meksiko Jimena Navarrete akhirnya terpilih sebagai Miss Universe 2010. Ia merupakan dara 22 tahun yang sebelumnya memenangkan kontes kecantikan Nuestra Belleza Mexico pada 2009.
Eny Kartikawati - detikhot
Label: hot news, wanita. topless
Bisakah Pasien Demam Berdarah Dirawat di Rumah?
(Foto: thinkstock)Wabah demam berdarah mulai marak lagi. Jika sudah terkena demam berdarah biasanya harus dirawat di rumah sakit untuk mengontrol dan menaikkan jumlah trombositnya. Tapi bisakah pasien demam berdarah dirawat di rumah?
"Seseorang biasanya harus dirawat di rumah sakit karena tubuhnya yang lemas, sangat mual sehingga setiap kali ia minum akan dimuntahkan kembali atau merasakan sangat sakit. Kondisi ini membuatnya harus dirawat untuk mencegah dehidrasi," ujar dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCMT, MHA, SpJP, FIHA saat dihubungi
detikHealth, Selasa (24/8/2010).
Tapi jika si penderita masih cukup kuat, tidak lemas dan tidak mengalami dehidrasi dan mau minum yang banyak, maka tak masalah jika harus dirawat di rumah. Yang penting menurut dr Kasim, jika memutuskan dirawat di rumah tetap harus cek darah setiap hari untuk mengetahui perkembangan kenaikan jumlah trombositnya.
Yang utama dalam pengobatan demam berdarah menurut dr Kasim adalah jumlah cairan yang masuk. Jangan sampai si penderita mengalami dehidrasi sehingga akan memicu shock yang jika
tak cepat ditolong bisa menyebabkan kematian.
Shock yang terjadi ini akan berimbas pada anjloknya jumlah trombosit yang membuat pembuluh darah mengempes. Maka itu jika ingin dirawat di rumah, minum yang banyak 2-3 liter per hari tidak bisa ditawar-tawar lagi.
"Kunci dari penanganan demam berdarah adalah cairan yang bisa berasal dari minuman atau infus. Kalau seseorang minumnya bagus misalnya 2-3 liter setiap hari dan rutin melakukan cek darah di laboratorium, maka bisa saja orang tersebut tak perlu dirawat di rumah sakit," ungkap dokter yang berpraktek di RS ASRI Jakarta.
dr Kasim menuturkan mekanisme tubuh setiap orang berbeda-beda, ada orang yang meskipun trombositnya rendah tapi ia tidak lemas sehingga ia bisa minum dengan cukup dan tidak mengalami dehidrasi.
Tapi ada juga orang yang trombositnya tidak terlalu rendah tapi karena sangat lemas sehingga ia perlu dirawat. Karenanya perlu dilihat terlebih dahulu kondisi si pasien.
Demam berdarah ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sebelumnya sudah menggigit penderita yang terinfeksi virus dengeu. DBD bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia.
Beberapa orang yang terinfeksi virus ini ada yang menimbulkan gejala, tapi ada juga yang tidak bergejala sama sekali.
Gejala khas DBD antara lain:
- Keluhan demam tinggi secara terus-menerus selama 2 hari atau lebih
- Nafsu makan berkurang
- Ada riwayat DBD pada lingkungan sekitar dalam jarak 200-400 meter
- Ada pola deman yang khas, menyerupai punuk unta
- Adanya kebocoran plasma darah, yang terlihat dari bintik-bintik merah di tubuh atau bagian tubuh lain
- Hepatomegali (pembesaran hati)
- Kegagalan sikulasi
dr Kasim menuturkan masa-masa kritis demam berdarah adalah pada hari kelima. Jika tidak tertangani dengan
baik maka trombosit akan turun dengan hebat dan memungkinkan terjadinya shock meskipun demamnya kadang sudah turun, karena itu tetap harus diwaspadai.
Tanda-tanda shock pada DBD adalah:
- Tampak gelisah dan lemah
- Kesadaran menurun
- Napas cepat
- Dapat disertai nyeri perut
- Perfusi perifer atau capillary refill (tingkat isi ulang darah kapiler kosong) menurun
- Nadi cepat dengan volume mengecil
- Tekanan darah dan tekanan nadi menurun
- Ujung tangan dan kaki terasa dingin
- Diuresis (kelainan pada sistem urinase dalam memproduksi urine) berkurang
Pengobatan DBD sebenanya cukup dengan istirahat dan minum air yang banyak, konsumsi parasetamol untuk menurunkan demam serta tidak perlu mengonsumsi antibiotik karena DBD disebabkan oleh virus.
Tidak ada jaminan jika pernah terkena demam berdarah tidak akan terkena lagi. Karena itu tetap jaga lingkungan sekitar, konsumsi air sesuai kebutuhan dan waspadai setiap gejala yang muncul pada tubuh.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Label: hot info, hot news, kesehatan, penyakit
ASI Mengurangi Resiko Penyakit Jantung
dok. Thinkstock
Penelitian itu dilakukan oleh para peneliti dari Universita Pittsburgh, Amerika Serikat. Seperti yang dikutip dari Fox News, sebanyak 140 ribu wanita yang menyusui bayinya menjadi objek penelitian.
Pada penelitian tersebut terbukti bahwa menyusui dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit cardiovascular atau jantung setelah menopause.
Dr. Eleanor Bimla Schwarz dari Universitas Pittsburgh mengatakan bahwa manfaat dari menyusui terhadap resiko cardiovascular adalah tergantung 'dosis' menyusui. Semakin panjang durasi menyusui, maka semakin baik manfaatnya
Wanita dengan riwayat hidup menyusui lebih dari 12 bulan, cenderung lebih jarang terkena penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi dan penyakit jantung dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah menyusui.
Schwarz berspekulasi bahwa menyusui mengurangi lemak tubuh. Oleh karena itulah risiko terkena penyakit jantung atau cardiovascular pun semakin kecil.
Eya Ekasari - wolipop
Label: hot info, hot news, kesehatan, penyakit, resiko
Depresi Sama Mematikannya dengan Merokok
(Foto: thinkstock)Meski tak terlihat secara langsung, depresi dapat menyebabkan efek negatif pada kesehatan tubuh. Bahkan, orang yang depresi sama tak sehatnya dengan seorang perokok.
Depresi sama mematikannya dengan merokok. Itu adalah simpulan yang diperoleh dari penelitian unik yang dilakukan oleh ilmuwan asal Inggris dan Norwegia. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam
British Journal of Psychiatry.Peneliti dari University of Bergen di Norwegia dan King's College di London membandingkan data survei lebih dari 60.000 orang dengan data rata-rata kematian. Hasilnya, selama empat tahun penelitian ditemukan bahwa risiko kematian akibat depresi benar-benar sebanding dengan risiko kematian akibat merokok.
Depresi dan merokok, keduanya diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung. Selain itu, orang yang tertekan dan juga perokok cenderung lebih sedikit melakukan aktivitas fisik, yang merupakan faktor serius lain penyebab penyakit jantung.
"Depresi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung, sama halnya dengan rokok," ujar psikolog Jeffrey Rossman, PhD, Direktur Manajemen Kehidupan di Canyon Ranch di Lenox, seperti dilansir dari
MSN, Selasa (17/8/2010).
Menurut Rossman, kebanyakan orang yang depresi hanya menyimpan segala beban dalam pikirannya dan menganggap bahwa yang dialaminya bukanlah kondisi medis.
"Sebaiknya orang yang depresi mencari seseorang yang bisa diajak berbagi beban pikiran, seperti keluarga, teman, terapis atau dokter. Latihan aerobik secara teratur dan psikoterapi sama efektifnya dengan antidepresan untuk mengobati depresi klinis, dengan hasil jangka panjang lebih baik," tambah Rossman.
Rossman merekomendasikan tiga hal yang paling penting untuk mencegah depresi, yaitu:
- Tetap aktif dalam hubungan asrama, sosial, pekerjaan dan kegiatan lainnya.
- Melakukan latihan fisik minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu.
- Makan makanan yang sehat dan segar (bukan makanan kemasan) dan hindari konsumsi alkohol yang berlebihan.
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Label: depresi, hot info, hot news, kesehatan, merokok, penyakit
Anak Emosinya Stabil Jika Punya Kenangan Baik dengan Ayah
(Foto: thinkstock)Ayah sering digambarkan sebagai sosok yang kaku, kurang bisa berkomunikasi dengan anak, otoriter dan tidak suka dibantah. Jarang sekali anak yang memiliki hubungan yang baik dengan si ayah ketika kecil.
Kesibukan ayah sebagai pencari nafkah kerap membuat anak jarang bertemu bapaknya kecuali hari libur. Belum lagi jika pulang kerja ayah lebih sering menampilkan wajah capek dan cemberut yang membuat anak-anak takut mendekat.
Para pakar psikologi menemukan hubungan ayah dan anak juga bisa mempengaruhi emosi anak saat dewasa. Selama ini penelitian lebih banyak fokus pada hubungan ibu dan anak.
Psikolog dari California State University-Fullerton, Profesor Melanie Mallers menemukan anak-anak yang punya hubungan baik dengan ayah akan memiliki emosi yang lebih stabil kala menghadapi stres saat dewasa.
Peneliti melakukan survei terhadap 921 pria dan wanita dewasa yang dilakukan melalui wawancara melalui telepon. Partisipan berusia mulai dari 25 tahun hingga 74 tahun yang difokuskan pada masalah psikologis dan emosi.
Contoh pertanyaannya seperti apakah partisipan mengalami depresi, gelisah atau sedih jika sedang stres dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu muncul bisa karena adu argumentasi, perselisihan, ketegangan dalam kerja, masalah keluarga hingga mengalami diskriminasi.
Partisipan juga ditanya tentang kualitas hubungan masa kecilnya dengan ayah dan ibu. Pertanyaan yang diajukan seperti bagaimana partisipan menilai hubungannya dengan ayah dan ibu selama bertahun-tahun. Berapa banyak waktu dan perhatian yang didapatkan saat partisipan sedang membutuhkannya.
Hasilnya ditemukan partisipan cenderung memiliki masa kecil yang baik dengan ibu ketimbang ayah. Hubungan dengan ibu juga jarang mengalami tekanan psikologis. Sementara hubungan dengan ayahnya hambar.
"Hasil ini memang tidak mengejutkan karena penelitian masa lalu telah menunjukkan ibu memang yang berperan dalam perawatan anak dan selalu bisa memberikan kenyamanan," kata Profesor Mallers yang telah mempresentasikan penemuannya dalam
the 118th Annual Convention of the American Psychological Association di San Diego.
Ayah memang memiliki gaya yang unik dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Namun psikolog memandang ayah jangan terlalu cuek dengan anaknya karena dampaknya bisa pada emosi anak saat dewasa.
Irna Gustia - detikHealth
Label: anak, ayah, hot info, hot news, keluarga, kenangan, psikologi
Anak Emosinya Stabil Jika Punya Kenangan Baik dengan Ayah
(Foto: thinkstock)Ayah sering digambarkan sebagai sosok yang kaku, kurang bisa berkomunikasi dengan anak, otoriter dan tidak suka dibantah. Jarang sekali anak yang memiliki hubungan yang baik dengan si ayah ketika kecil.
Kesibukan ayah sebagai pencari nafkah kerap membuat anak jarang bertemu bapaknya kecuali hari libur. Belum lagi jika pulang kerja ayah lebih sering menampilkan wajah capek dan cemberut yang membuat anak-anak takut mendekat.
Para pakar psikologi menemukan hubungan ayah dan anak juga bisa mempengaruhi emosi anak saat dewasa. Selama ini penelitian lebih banyak fokus pada hubungan ibu dan anak.
Psikolog dari California State University-Fullerton, Profesor Melanie Mallers menemukan anak-anak yang punya hubungan baik dengan ayah akan memiliki emosi yang lebih stabil kala menghadapi stres saat dewasa.
Peneliti melakukan survei terhadap 921 pria dan wanita dewasa yang dilakukan melalui wawancara melalui telepon. Partisipan berusia mulai dari 25 tahun hingga 74 tahun yang difokuskan pada masalah psikologis dan emosi.
Contoh pertanyaannya seperti apakah partisipan mengalami depresi, gelisah atau sedih jika sedang stres dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu muncul bisa karena adu argumentasi, perselisihan, ketegangan dalam kerja, masalah keluarga hingga mengalami diskriminasi.
Partisipan juga ditanya tentang kualitas hubungan masa kecilnya dengan ayah dan ibu. Pertanyaan yang diajukan seperti bagaimana partisipan menilai hubungannya dengan ayah dan ibu selama bertahun-tahun. Berapa banyak waktu dan perhatian yang didapatkan saat partisipan sedang membutuhkannya.
Hasilnya ditemukan partisipan cenderung memiliki masa kecil yang baik dengan ibu ketimbang ayah. Hubungan dengan ibu juga jarang mengalami tekanan psikologis. Sementara hubungan dengan ayahnya hambar.
"Hasil ini memang tidak mengejutkan karena penelitian masa lalu telah menunjukkan ibu memang yang berperan dalam perawatan anak dan selalu bisa memberikan kenyamanan," kata Profesor Mallers yang telah mempresentasikan penemuannya dalam
the 118th Annual Convention of the American Psychological Association di San Diego.
Ayah memang memiliki gaya yang unik dalam berinteraksi dengan anak-anaknya. Namun psikolog memandang ayah jangan terlalu cuek dengan anaknya karena dampaknya bisa pada emosi anak saat dewasa.
Irna Gustia - detikHealth
Label: anak, ayah, hot info, hot news, keluarga, kenangan, psikologi
Levi's Ciptakan Jeans Ternyaman Untuk Wanita
Dok. Levi\'s Perusahaan denim ternama, Levi's kini fokus pada potongan jeans yang nyaman. Menurut mereka, hal tersebut jauh lebih penting ketimbang bentuk tubuh atau ukuran celana. Justru kini, bukan wanita yang harus mengubah bentuk tubuhnya mati-matian demi mendapat jeans yang tepat, namun jeans lah yang menyesuaikan bentuknya agar tampak pas di tubuh si pemakai.
"Selama ini banyak wanita frustasi mencari sepasang celana jeans yang tepat bagi mereka. Keadaan itu berakhir dengan membuat perbedaan-perbedaan jenis tubuh wanita," ujar Robert Hanson, Presiden perusahaan Levi's seperti dilansir Female First.
Melihat keadaan tersebut, Levi's pun membuat satu koleksi yang bertajuk 'Curve ID'. Sesuai namanya, jeans itu bisa menyesuaikan dengan tubuh si pemakai tanpa harus terlihat terlalu ketat.
"Jeans ini memiliki pola yang benar-benar berbeda dari sebelumnya," ujar Robert lagi. Hal ini ditunjang dari empat bentuk jeans dari Curve ID akan dikeluarkan Levi's tahun ini.
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
Label: hot info, hot news, jeans, levis, Mode, trend
Ini Dia Posisi Bercinta Favorit di Inggris
Sebuah website tentang kesehatan dan seks di Inggris melakukan polling mengenai posisi seks terfavorit. Setelah diikuti oleh 3000 pasangan di Inggris, hasil dari polling itu menemukan posisi seks favorit.
Sebanyak 60 persen peserta memilih posisi misionaris sebagai posisi seks terbaik mereka. Sedangkan peringkat kedua diduduki oleh Woman on top. Posisi ketiga yang terfavorit adalah doggystyle.
Posisi-posisi lain yang ada di kitab kama sutra seperti gaya 'Gunting' dan reverse cowboy (seperti posisi 'woman on top' namun sang wanita berbalik arah) ternyata kurang populer di Inggris. Kebanyakan dari mereka memilih untuk melakukan posisi-posisi seks yang sudah familiar saja.
Namun dari penelitian tersebut juga terbukti, kebanyakan pasangan pernah mencoba berbagai posisi seks. Hanya saja, mereka kembali ke posisi seks yang biasa mereka lakukan lagi. Alasannya karena mereka sudah terbiasa melakukannya.
Variasi posisi seks sulit hanya dilakukan sesekali agar kehidupan seks mereka tak menjadi hambar.
Amelia Ayu Kinanti - wolipop
Label: bercinta, favorit, hot info, hot news, posisi
Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa
Ilustrasi (Foto: glogster)Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.
Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.
Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.
Tapi dilansir dari dari
TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.
Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.
"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.
Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.
"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.
Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.
"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.
Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.
Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).
Orang yang rentan terkena sifilis:- Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
- Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
- Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Label: anak, hot info, hot news, penyakit
Bocah 3 Tahun Sudah Kena Raja Singa
Ilustrasi (Foto: glogster)Sifilis atau juga dikenal dengan raja singa, biasanya menular melalui hubungan seksual yang tak sehat atau hubungan sesama jenis (homoseksual). Tapi baru-baru ini ditemukan kasus mengejutkan, bocah usia tiga tahun divonis dengan sifilis.
Petugas medis dikejutkan dengan menemukan seorang anak kecil asal Glasgow, Skotlandia yang menderita sifilis setelah melihat luka yang ada ditubuhnya.
Seperti diketahui, sifilis hanya dapat menular melalui kontak seksual dengan penderita sifilis atau secara kongenital, yaitu bayi yang menderita sifilis sejak lahir karena tertular dari ibu dengan sifilis.
Tapi dilansir dari dari
TheSun, Jumat (13/8/2010), pada kasus bocah tiga tahun yang tak disebutkan namanya ini, bukanlah kasus sifilis kongenital. Karena terjadinya jauh setelah dilahirkan yakni saat berusia 3 tahun.
Sampai sekarang, polisi dan pekerja sosial masih menyelidiki kasus ini. Saudara laki-laki dan perempuannya pun kini tengah berada dalam pengawasan pihak berwajib.
"Sifilis adalah penyakit yang sangat langka dan kasus anak usia tiga tahun belum pernah terjadi sebelumnya. Mencari tahu bagaimana gadis cilik ini mendapatkannya adalah sangat penting," ujar ahli medis yang ditunjuk kepolisian.
Menurut ahli medis, beberapa lembaga perlindungan sekarang sedang terlibat untuk mencari tahu bagaimana gadis cilik tersebut tertular penyakit menular seksual mematikan itu.
"Orang yang menularkan penyakit itu bisa jadi tidak menyadari bahwa ia menderitanya. Bila penyakit ini dibiarkan dan tidak diobati 10 hingga 20 tahun, maka dapat menyebabkan kelumpuhan, demensia (pikun) dan akhirnya kematian," jelas Carol Cooper, dokter dari The Sun.
Menurut Cooper, sebenarnya sifilis bisa disembuhkan dengan antibiotik bila masih pada tahap awal. Namun, bagi anak kecil usia tiga tahun hal tersebut sangat meresahkan.
"Ini adalah kasus yang tragis. Sulit memahami bagaimana sesuatu yang mengerikan dan tragis ini bisa dialami oleh gadis sekecil itu. Saya berharap gadis cilik itu bisa mendapat perawatan medis yang terbaik dan pihak berwajib dapat segera menyelidiki kasusnya," tutur Tory, juru bicara dari Murdo Fraser, Parlemen di Skotlandia.
Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.
Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir.
Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (kongenital sifilis).
Orang yang rentan terkena sifilis:- Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
- Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
- Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV)
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Label: anak, hot info, hot news, penyakit
Deteksi Penyakit dari Tanda di Kulit
Ilustrasi (health)Penyakit kulit merupakan salah satu bencana paling buruk bagi yang sangat mengutamakan penampilan. Namun bagi praktisi kesehatan, kemunculan penyakit kulit bisa bermanfaat dalam mendeteksi adanya penyakit lain yang lebih parah.
"Kondisi kulit selalu mencerminkan segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh," ungkap Dr Jeffrey Dover, seorang profesor dermatologi dari Yale School of Medicine.
Beberapa kondisi kulit yang dimaksud oleh Dr Jeffrey seperti dikutip dari
AOL Health, Jumat (13/8/2010), adalah sebagai berikut.
Ruam berbentuk kupu-kupu di wajahWajah memerah tidak selalu menandakan seseorang sdang tersipu. Jika sering muncul di pangkal hidung dan sekitar pipi, ruam bisa menandakan penyakit autoimun Lupus, apalagi jika disertai rasa letih, lemah dan nyeri sendi.
Gatal di seluruh tubuhBila tidak disertai bentol-bentol, ruam atau eksim, gatal yang terjadi di seluruh tubuh bisa menunjukkan gejala lymphoma (kanker limfa), ganguan ginjal maupun hati. Jika gatal itu tidak hilang berhari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit tersebut.
PsoriasisGangguan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau kemerahan di tangan, lutut dan siku ini sangat mengganggu karena gatal dan sering menyebabkan rasa malu bagi pengidapnya.
Namun yang perlu dikhawatirkan bukan hanya itu saja, sebab seringkali penyakit ini juga menyertai komplikasi lain yang lebih berat. Di antaranya penyakit jantung dan diabetes.
Spider-veinPelebaran pembuluh darah yang membentuk lingkaran terpusat seperti sarang laba-laba sering dialami oleh wanita hamil. Namun jika kemunculannya sangat banyak atau ukurannya tidak wajar, spider-vein dapat menandakan penyakit hati yang kronis terutama jika muncul di daerah leher, wajah dan lengan.
JerawatSalah satu gangguan hormonal yang bisa menyebabkan jerawat tak terkendali adalah penyakit policystic ovary. Gejala lain yang menyertai penyakit ini selain jerawat adalah sering terlambat datang bulan, obesitas dan pertumbuhan rambut halus di wajah yang berlebihan.
KutilMunculnya 1 atau 2 kutil dalam waktu bersamaan masih bisa dianggap wajar, tetapi perlu diwaspadai jika belasan kutil muncul bersamaan atau paling tidak, berdekatan. Gejala ini sering mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh, terutama di bagian payudara, usus dan paru-paru.
Ruam di tangan dan wajahRuam kemerahan yang muncul dalam jumlah banyak di wajah dan tangan (terutama punggung tangan, sela-sela jari dan buku jari) adalah gejala klasik yang menunjukkan adanya kanker. Gejala yang disebut dermatomyositis ini biasanya
disertai dengan rasa kurang bergairah dan melemahnya otot secara keseluruhan.
Kulit tangan mengerasHilangnya elastisitas kulit tangan atau disebut scloderma sering menjadi petunjuk untuk mengetahui adanya masalah pada ginjal, paru-paru dan tenggorokan. Scloderma terjadi karena aliran darah di tangan berkurang, sehingga kulit dan jemari mengeras dan menjadi seperti cakar.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Label: hot info, hot news, kulit, penyakit
Perempuan Lebih Sering Merasa Nyeri Dibanding Pria
Foto: thinkstockMeski sama-sama bisa terserang sakit kepala, perempuan mengalaminya lebih sering dan berlangsung lebih lama dibandingkan laki-laki. Hal ini berlaku juga untuk nyeri kronis yang lain, misalnya pada nyeri sendi dan fibromyalgia (nyeri pada hampir seluruh tubuh).
Perempuan mengalami nyeri kronis di semua bagian tubuh 50 persen lebih sering dibandingkan pria. Migrain yang menyerang satu sisi kepala dialami perempuan 2,5 kali lebih sering dibandingkan laki-laki.
Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian di
Atlanta Center for Behavioral Medicine. Dikutip dari Sciencedaily, Jumat (13/8/2010), temuan ini telah dipresentasikan dalam
American Psychological Association di San Diego.
Peneliti menduga, faktor hormonal turut mempengaruhi perbedaan nyeri yang dirasakan laki-laki dan perempuan. Selain karena perbedaan ini mulai teramati saat memasuki pubertas, beberapa jenis nyeri memang berhubungan dengan hormon misalnya esterogen yang dapat mempengaruhi migrain.
Nyeri kronis merupakan nyeri yang berlangsung selama 6 bulan atau lebih jika tidak diobati. Beberapa penyakit yang disertai gejala ini antara lain fibromyalgia, rhematoid arthritis (radang sendi), sindrom iritasi usus dan migrain.
Perbedaan hormonal antara pria dan perempuan diduga juga mempengaruhi respons terhadap rasa nyeri. Jika nyeri pada laki-laki lebih banyak direspons secara fisik, pada perempuan nyeri bisa mempengaruhi emosi dan suasana hati (
mood).
"Perempuan yang terfokus pada aspek emosional dari nyeri cenderung merasakan sakit yang lebih intens, sebab pada umumnya emosi yang berhubungan dengan nyeri selalu negatif," ungkap Dr Jenifer Kelly, seorang psikolog yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Karena itu, selain menyarankan untuk mengembangkan terapi yang berbeda untuk mengatasi nyeri pada perempuan, Dr Kelly juga menekankan adanya pendekatan psikologis. Misalnya dengan memberikan teknik relaksasi serta dukungan
psikologis pada pasien perempuan.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Label: hot info, hot news, pria, wanita
Benarkah Mata Berkedip Tanda Anak Cacingan?
ilustrasi (Foto: eyecareforkids)Kondisi mata yang sering berkedip jarang menimbulkan masalah serius dan sebagian besar bisa sembuh tanpa memerlukan perawatan. Tapi apa artinya jika mata anak sering berkedip? Benarkah mata berkedip pertanda cacingan?
Usut punya usut ternyata mata berkedip tidak ada hubungannya dengan cacingan. Malahan gejala cacingan jarang menimbulkan gejala. Namun jika muncul gejalanya yang terlihat seperti seperti nafsu makan berkurang, mual, diare atau sulit buang air besar (konstipasi), penurunan berat badan dan juga menurunkan kecerdasan anak.
Mata berkedip menurut Profesor Alan Hedge dari Cornell University states adalah satu refleks mata yang normal terjadi. Profesor Alan menuturkan bahwa rata-rata manusia mengedipkan matanya 12 kali per menit atau setara dengan 17.000 kali sehari.
Tapi beberapa anak ada yang seringkali mengedipkan matanya seakan-akan berkedip 17.000 kali per menit.
Berdasarkan penelitian tahun 2001 yang dilaoprkan oleh penulis utama David Coast dari Baylor College of Medicine di jurnal
Ophthamology menuturkan bahwa sebagian besar anak yang sering berkedip termasuk ke dalam kategori yang tidak berbahaya dan bisa membatasi dirinya sendiri.
Penyebab mata anak sering berkedip Seperti dikutip dari
Livestrong, Kamis (12/8/2010) adalah:
- Mata kering, karena berkedip merupakan salah satu mekanisme untuk rehydrate mata.
- Anak memiliki masalah penglihatan seperti convergence insufficiency, yaitu masalah dalam hal memfokuskan kedua matanya terhadap objek yang dekat. Atau masalah penglihatan yang kabur juga membuat seseorang berkedip lebih sering.
- Adanya masalah pada kelopak mata atau bagian mata yang terdiri dari kornea, iris, ruang anterior dan lensa.
- Memiliki gangguan sindrom Tourette, salah satu gejala dari sindrom ini adalah anak sering melakukan 'tics' yang bisa berupa mata berkedip.
- Adanya gangguan gerakan yang disebut dengan dystonia.
- Adanya gangguan saraf atau neurologis.
- Mata sering berkedip juga bisa menjadi bagian dari epilepsi.
- Adanya reaksi alergi yang membuat mata menjadi lebih sering berkedip.
Mata yang sering berkedip ini lebih banyak terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan dengan perbandingan 2:1. Selain itu untuk mendiagnosisnya diperlukan riwayat kesehatan dari anak dan juga pemeriksaan klinis. Karena itu perawatan yang diberikan untuk mengatasi kondisi ini juga tergantung dari penyebabnya.
Pada umumnya kondisi mata yang sering berkedip jarang menimbulkan masalah serius dan sebagian besar bisa sembuh tanpa memerlukan perawatan. Tapi jika kondisi ini disebabkan oleh epilepsi atau dystonia, maka diperlukan penanganan lebih lanjut karena salah satu jenis dystonia yaitu blefarospasme bisa membuat kelopak mata benar-benar tertutup yang menyebabkan kebutaan fungsional.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Label: anak, hot news, kesehatan
Stres Terbukti Mempersulit Kehamilan
Foto: thinkstockTidak salah jika ada anjuran untuk rileks agar cepat punya momongan. Perempuan yang gelisah di masa subur cenderung lebih sulit dibuahi dibandingkan perempuan yang tidak banyak pikiran.
Meski banyak yang meyakini dan telah membuktikannya, anjuran itu belum banyak dibuktikan secara ilmiah. Akibatnya tidak sedikit pula yang mulai mengabaikan karena menganggapnya sebagai mitos belaka.
Baru-baru ini peneliti dari
Oxford University membuktikan adanya hubungan antara stres dengan peluang terjadinya pembuahan di masa subur. Pada perempuan yang banyak pikiran, peluang itu turun sebesar 12 persen.
Dikutip dari Dailymail, Kamis (12/8/2010), penelitian tersebut melibatkan 274 perempuan berusia 18-44 tahun yang sedang berusaha untuk mendapatkan keturunan. Para partisipan tidak berhubungan seks maupun menjalani terapi kesuburan dalam 3 siklus menstruasi sebelumnya.
Berdasarkan pemeriksaan air ludah (saliva), peneliti menemukan bahwa perempuan yang pada masa subur memiliki kadar enzim alfa-amilase paling tinggi punya peluang 12 persen lebih kecil untuk dibuahi. Enzim tersebut merupakan indikator tingkat adrenalin, yang meningkat saat sedang mengalami kegelisahan.
Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal
Fertility and Sterility.
"Dalam beberapa kasus, peluang kehamilan bisa ditingkatkan dengan berbagai teknik relaksasi, konseling maupun pendekatan-pendekatan seperti yoga dan meditasi," ungkap Dr Cecilia Pyper yang terlibat dalam penelitian itu.
Terkait hal itu, Dr Pyper juga mengusulkan adanya penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah berbagai teknik relaksasi benar-benar efektif meningkatkan peluang terjadinya kehamilan.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Label: hot info, hot news, stress
Nyeri Haid Mengubah Struktur Otak
(Foto: thinkstock)
Wanita yang sering mengalami nyeri saat haid lebih mungkin mengalami perubahan struktural yang abnormal pada daerah otak yang terlibat dalam rasa sakit dan emosi.
Tak sedikit wanita yang mengalami nyeri datang bulan yang kadang disertai dengan rasa mual atau pusing. Kondisi ini kadang membuat wanita hanya ingin berada di tempat tidur.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Taiwan menemukan rasa nyeri, kram atau sakit saat haid dapat menyebabkan perubahan pada struktur otak.
Ilmuwan juga menemukan bahwa perubahan ini akan tetap terjadi meski wanita tersebut tidak mengalami nyeri haid siklik (nyeri haid yang selalu terjadi setiap bulan) dan hanya mengalami nyeri sewaktu-waktu.
Peneliti menyelidiki 32 wanita dengan nyeri haid parah dan 32 wanita dengan subjek kontrol dan tidak mengamali gangguan nyeri.
"Ketika scan MRI yang dilakukan selama periode pre-ovulasi tanpa nyeri, perubahan yang diamati di daerah otak yang terlibat dalam transmisi nyeri dan pengolahan sensorik terlihat lebih tinggi," jelas Dr Cheng-Hao Tu dari National Yang-Ming University di Taipei, seperti dilansir dari
ABCNews, Kamis (12/8/2010).
Sedangkan studi pada pasien dengan nyeri haid kronis menunjukkan bahwa pesan nyeri dikirim ke sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan perubahan struktural dan fungsional dalam seluruh sistem saraf.
Dr Tu dan rekannya menemukan adanya perubahan dalam volume otak materi abu-abu. Penelitian menunjukkan adanya penurunan yang cukup besar di daerah otak yang memainkan peran dalam transmisi rasa sakit dan pengolahan sensorik.
Selain itu, ada peningkatan volume materi abu-abu di daerah otak yag berhubungan dengan modulasi dari rasa sakit dan mengatur fungsi endokrin.
Salah satu daerah otak yang mengalami perubahan volume adalah daerah yang dikenal sebagai hipotalamus. Daerah ini memiliki ketertarikan khusus karena memainkan peran sentral dalam mengatur siklus haid.
Karena perubahan struktur otak diyakini akan ada pengaruhnya pada orang bersangkutan baik pada kemampuan otak, perilaku saraf yang mempengaruhi perilaku orang bersangkutan.
Salah satu di antara fungsi hipotalamus yang paling penting adalah fungsi neuroendokrin yang berpengaruh terhadap sistem saraf otonomi sehingga dapat memelihara tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi dan emosi.
Namun konsekuensi fungsional dari temuan ini tetap harus dianalisis dan studi lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi interaksi hormonal dan apakah perubahan otak ini bersifat reversibel (dapat dibalikkan).
Merry Wahyuningsih - detikHealth
Label: haid, hot info, hot news
Penglihatan Jadi Kelabu Akibat Depresi
Dok. Thinkstock
Ilmuwan di Jerman telah menemukan bahwa depresi berat dapat melemahkan sensitivitas respon retina mata untuk warna. Hal tersebut dapat menyebabkan penglihatan memudar menjadi abu-abu.
Seperti yang dikutip dari genius beauty, kelompok penelitian dari University of Freigburg menggunakan alat yang disebut electrotinogram untuk mengukur kemampuan seseorang mendeteksi warna kontras. Penelitian ini melibatkan dua kelompok orang, masing-masing kelompok terdiri dari 40 orang.
Kelompok pertama berisi individu tertekan sementara yang lain termasuk individu yang tidak depresi. Relawan diminta untuk melihat gambar hitam dan putih mirip papan catur. Daerah hitam dan putih diubah selama 12 kali per detik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa sesorang yang sedang depresi berat lebih lambat merespon pada saat perubahan tersebut daripada orang yang tidak depresi. Para ilmuwan mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi alasan orang yang depresi melihat dunia dengan warna memudar.
Eya Ekasari - wolipop
Label: depresi, hot news, kesehatan
Susah Cari Pasangan Bisa Memperpendek Umur Pria
Foto: thinkstockHidup di suatu wilayah dengan perbandingan pria dan wanita yang tidak seimbang bisa membuat pria stres. Persaingan tinggi dalam mendapatkan pasangan hidup bisa berujung pada menipisnya harapan untuk dapat berumur panjang.
Hal ini dialami pria ketika memasuki usia matang secara seksual. Dibandingkan pada pria yang tinggal di wilayah dengan perbandingan jenis kelamin lebih berimbang, harapan hidupnya bisa berkurang menjadi 3 bulan lebih pendek.
Untuk membuktikan hal ini, peneliti dari
Harvard University melakukan pengamatan terhadap sejumlah siswa SMA di Wisconsin lulusan tahun 1957. Penelitian tersebut dilakukan secara berkelanjutan hingga 50 tahun berikutnya.
Pada tahun 2007, harapan hidup di antara mantan siswa yang masih bertahan menunjukkan adanya perbedaan sekitar 1,6 persen. Pria yang berasal dari kelas dengan perbandingan jenis kelamin merata, lebih banyak yang masih hidup dibandingkan pria dari kelas yang siswinya sedikit.
Meski penelitian ini tidak menyebutkan alasannya, namun diduga faktor sosial dan biologis ikut mempengaruhi kecenderungan tersebut. Menurut peneliti yang dikutip dari
Foxnews, Rabu (11/8/2010), perjuangan keras untuk mencari pasangan bisa menyebabkan stres yang berdampak pada masalah kesehatan secara fisik.
Penelitian yang baru pertama kali mengamati hubungan antara perbandingan jenis kelamin dengan harapan hidup pada populasi manusia ini dipublikasikan dalam jurnal
Demography edisi bulan Agustus.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Label: hot info, hot news, pasangan, psikologi, umur
Bahayanya Cairan Ketuban yang Sedikit
ilustrasi (Foto: thinkstock)Cairan ketuban adalah salah satu bagian dari sistem pendukung kehidupan bayi. Cairan ketuban ini tidak boleh sedikit, tapi beberapa komplikasi bisa menyebabkan cairan ketuban ibu hamil habis yang membahayakan bayi dan dirinya.
Cairan ketuban terbentuk sekitar 12 hari setelah pembuahan. Cairan ini bisa melindungi bayi dan membantu perkembangan otot, kaki, paru-paru dan sistem pencernaan bayi.
Pada awalnya cairan ketuban berisi air yang berasal dari ibunya, tapi pada usia kehamilan 20 minggu cairan ketuban berisi urin janin.
Cairan ketuban ini bisa terlalu rendah atau terlalu tinggi, jika terlalu rendah disebut dengan oligohidramnion dan jika terlalu tinggi disebut dengan polihidramnion.
Oligohidramnion adalah suatu kondisi yang memiliki cairan ketuban terlalu sedikit. Dokter bisa mengukur jumlah cairan ini melalui beberapa metode, dan yang paling sering adalah melalui indeks cairan ketuban (
amniotic fluid index/AFI).
Jika volume cairan kurang dari 500 ml pada usia kehamilan 32-36 minggu, maka akan dicurigai mengalami oligohidramnion. Kondisi ini bisa terjadi selama masa kehamilan, tapi yang paling umum adalah saat trimester ketiga.
Jika waktu melahirkan sudah lewat hingga dua minggu atau lebih, maka tingkat cairan ketuban berisiko menjadi rendah. Karena cairan ketuban pada umumnya akan berkurang setelah mencapai usia kehamilan 42 minggu.
Penyebab rendahnya cairan ketuban seperti dikutip dari
Americanpregnancy.org, Senin (9/8/2010) adalah:
- Adanya masalah dengan perkembangan ginjal atau saluran kemih bayi yang menyebabkan produksi air seninya sedikit, hal ini akan membuat cairan ketuban rendah.
- Adanya masalah pada plasenta, karena jika plasenta tidak memberikan darah dan nutrisi yang cukup untuk bayi akan memungkinkan ia untuk berhenti mendaur ulang cairan.
- Ada kebocoran atau pecahnya dinding ketuban yang membuat air ketuban keluar dari rahim.
- Usia kehamilan sudah melewati batas, hal ini menyebabkan turunnya fungsi plasenta yang membuat cairan ketuban berkurang.
- Adanya komplikasi pada sang ibu, misalnya dehisrasi, hipertensi, pre-eklamsia, diabetes dan hipoksia kronis.
Gejala yang muncul jika cairan ketuban sedikit adalah:
- Ibu merasakan nyeri saat janin melakukan gerakan di dalam rahim
- Ketika ketuban pecah maka cairan yang keluar sangat sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali serta merasa sangat sakit pada saat kontraksi.
Vera Farah Bararah - detikHealth
Label: hot info, hot news, kesehatan
Penyebab Luka Penderita Diabetes Susah Sembuh
Ilustrasi (dok: thinkstock)Penderita diabetes membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan luka di kaki. Butuh kesabaran ekstra dalam merawatnya, sebab rasa frustrasi yang muncul ternyata bisa memperlama proses kesembuhan.
Lamanya penyembuhan luka penderita diabetes ini karena terkait kadar kadar kortisol atau hormon stres. Kadar kortisol akan meningkat jika penderita diabetes depresi atau frustasi. Semakin depresi maka semakin tinggi kadar kortisolnya.
Penelitian di
University of Nottingham mengungkapkan hubungan kadar kortisol dengan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka (ulcer) di kaki. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Diabetologia edisi bulan Agustus.
Dikutip dari
Healthday, Senin (9/8/2010), peneliti melibatkan 93 penderita diabetes yang mengalami luka di kaki. Pengamatan terhadap kondisi luka dilakukan di awal penelitian, lalu diulangi secara periodik pada pekan ke-6, 12 dan 24.
Depresi yang ditunjukkan dengan peningkatan kadar kortisol menyebabkan proses penyembuhan luka di kaki berlangsung lebih lama. Temuan ini mengisyaratkan pada penderita diabetes untuk mengurangi beban pikiran yang bisa menyebabkan stres, terutama saat mengalami luka.
Selain itu, sikap tidak sabaran juga menghambat penyembuhan luka. Pada penderita diabetes, sikap tersebut seringkali berakhir dengan rasa frustrasi yang lagi-lagi dapat memicu stres dan meningkatkan kadar kortisol.
Berdasarkan penelitian tersebut, para ahli kini tengah merancang metode perawatan luka khusus untuk penderita diabetes. Salah satu tujuannya adalah untuk membantu mempercepat penyembuhan luka melalui pendekatan psikologis.
Luka di kaki terjadi pada sekitar 15 persen penderita diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Umumnya luka tersebut disebabkan oleh cedera ringan yang berkembang menjadi lebih parah, karena pada penderita diabetes luka kecil sekalipun akan sulit disembuhkan.
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Label: hot info, hot news, kesehatan, penyakit