Jumat, 13 Agustus 2010

Deteksi Penyakit dari Tanda di Kulit

img
Ilustrasi (health)

Penyakit kulit merupakan salah satu bencana paling buruk bagi yang sangat mengutamakan penampilan. Namun bagi praktisi kesehatan, kemunculan penyakit kulit bisa bermanfaat dalam mendeteksi adanya penyakit lain yang lebih parah.

"Kondisi kulit selalu mencerminkan segala sesuatu yang terjadi di dalam tubuh," ungkap Dr Jeffrey Dover, seorang profesor dermatologi dari Yale School of Medicine.

Beberapa kondisi kulit yang dimaksud oleh Dr Jeffrey seperti dikutip dari AOL Health, Jumat (13/8/2010), adalah sebagai berikut.

Ruam berbentuk kupu-kupu di wajah
Wajah memerah tidak selalu menandakan seseorang sdang tersipu. Jika sering muncul di pangkal hidung dan sekitar pipi, ruam bisa menandakan penyakit autoimun Lupus, apalagi jika disertai rasa letih, lemah dan nyeri sendi.

Gatal di seluruh tubuh
Bila tidak disertai bentol-bentol, ruam atau eksim, gatal yang terjadi di seluruh tubuh bisa menunjukkan gejala lymphoma (kanker limfa), ganguan ginjal maupun hati. Jika gatal itu tidak hilang berhari-hari, disarankan untuk segera memeriksakan diri untuk mencegah kemungkinan adanya penyakit tersebut.

Psoriasis
Gangguan kulit yang ditandai dengan bercak-bercak putih atau kemerahan di tangan, lutut dan siku ini sangat mengganggu karena gatal dan sering menyebabkan rasa malu bagi pengidapnya.

Namun yang perlu dikhawatirkan bukan hanya itu saja, sebab seringkali penyakit ini juga menyertai komplikasi lain yang lebih berat. Di antaranya penyakit jantung dan diabetes.

Spider-vein
Pelebaran pembuluh darah yang membentuk lingkaran terpusat seperti sarang laba-laba sering dialami oleh wanita hamil. Namun jika kemunculannya sangat banyak atau ukurannya tidak wajar, spider-vein dapat menandakan penyakit hati yang kronis terutama jika muncul di daerah leher, wajah dan lengan.

Jerawat
Salah satu gangguan hormonal yang bisa menyebabkan jerawat tak terkendali adalah penyakit policystic ovary. Gejala lain yang menyertai penyakit ini selain jerawat adalah sering terlambat datang bulan, obesitas dan pertumbuhan rambut halus di wajah yang berlebihan.

Kutil
Munculnya 1 atau 2 kutil dalam waktu bersamaan masih bisa dianggap wajar, tetapi perlu diwaspadai jika belasan kutil muncul bersamaan atau paling tidak, berdekatan. Gejala ini sering mengindikasikan adanya kanker di dalam tubuh, terutama di bagian payudara, usus dan paru-paru.

Ruam di tangan dan wajah
Ruam kemerahan yang muncul dalam jumlah banyak di wajah dan tangan (terutama punggung tangan, sela-sela jari dan buku jari) adalah gejala klasik yang menunjukkan adanya kanker. Gejala yang disebut dermatomyositis ini biasanya
disertai dengan rasa kurang bergairah dan melemahnya otot secara keseluruhan.

Kulit tangan mengeras
Hilangnya elastisitas kulit tangan atau disebut scloderma sering menjadi petunjuk untuk mengetahui adanya masalah pada ginjal, paru-paru dan tenggorokan. Scloderma terjadi karena aliran darah di tangan berkurang, sehingga kulit dan jemari mengeras dan menjadi seperti cakar.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , , ,

Jumat, 30 Juli 2010

Orang Berkulit Gelap Perlu Banyak Vitamin D

img
(Foto: thinkstock)

Warna kulit ternyata mempengaruhi penyerapan vitamin D alami dari sinar matahari. Orang dengan kulit gelap membutuhkan lebih banyak suplemen vitamin D untuk mencukupi asupan tubuh.

Kulit gelap membuat penyerapan sinar matahari ke kulit tidak maksimal. Terlebih jika aktivitasnya orang tersebut lebih banyak di dalam ruangan.

Sinar matahari memicu tubuh untuk memproduksi vitamin D. Tapi berdasarkan penelitian, remaja pria dan wanita yang berkulit hitam sebagian besar mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin D, meski mereka tinggal di daerah mendapat banyak matahari.

Pada remaja dengan kulit hitam, defisiensi vitamin D dikaitkan dengan kekakuan arteri, yang merupakan faktor risiko penyakit jantung dan stroke. Untuk mengatasi, orang dengan kulit hitam memerlukan lebih banyak suplemen vitamin D ketimbang yang lainnya.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism.

Menurut US National Institutes of Health (NIH), memiliki kulit gelap mengurangi jumlah vitamin D yang diserap oleh kulit. Oleh karena itu, orang dengan kulit hitam harus mengimbangi kebutuhan asupan vitamin D dengan makanan yang kaya vitamin D, seperti susu dan beberapa jenis ikan.

"Meskipun kita menganggap bahwa matahari menyediakan vitamin D untuk manusia, tapi 95 persen dari partisipan kulit hitam yang tinggal di Georgia yang selalu disinari matahari, diklasifikasikan sebagai kekurangan vitamin D," ujar Dr Yanbin Dong , penulis utama penelitian dari Medical College of Georgia di Augusta, seperti dilansir dari Healthday, Jumat (30/7/2010).

Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan patah tulang, myalgia, myopathy dan retak tulang. Studi yang dipublikasikan dalam Medical Journal of Australia merekomendasikan asupan vitamin sebesar 400 IU per hari jika ingin terhindar dari risiko osteoporosis.

Merry Wahyuningsih - detikHealth

Label: , , ,

Kamis, 22 Juli 2010

Awas! Botox Bikin Rasa Bahagia Hilang



img
Dok. Thinkstock

Bagi Anda wanita yang tertarik atau malah sudah pernah mencoba botox, berhati-hatilah terhadap efek samping yang disebabkan oleh suntikan untuk mengencangkan wajah tersebut.

Tersenyum membuat kita merasa bahagia. Sementara tidak bisa tersenyum setelah melakukan botox akan mengurangi intensitas dari perasaan.

Para wanita sering menuntaskan masalah kerutan di wajah dengan botox. Padahal, peneliti mengungkapkan bahwa botox dapat mengurangi kemampuan ekspresi pada wajah sehingga wajah akan kaku seperti memakai topeng.

Studi baru-baru ini yang dilakukan oleh para peniliti di New York menunjukkan bahwa kurangnya ekspresi wajah dapat mempengaruhi emosi kita. Selain itu, seseorang dengan kemampuan terbatas dalam membuat ekspresi wajah tidak bisa merasakan perasaan yang mendalam, karena sistem kerja otot wajah melemahkan umpan balik ke otak yang mempengaruhi intensitas emosi.

Kiki Oktaviani - wolipop


Label: , , , , ,