Rabu, 11 Agustus 2010

15 Makanan Non-Organik yang Sehat

15 Makanan Non-Organik yang Sehat
Foto: meta-dad.com

Membeli sayuran dan buah organik kadang merepotkan. Selain harganya yang relatif lebih mahal, sayuran dan buah tersebut hanya bisa di temui di pasar-pasar tertentu. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang tetap sehat dan aman meski bukan jenis organik. Yuk, lihat di sini!

Mengeluh karena harga buah dan sayuran organik yang cukup mahal? Sebenarnya tidak semua jenis buah dan sayuran harus dikonsumsi secara organik. Ada beberapa jenis buah dan sayur yang sangat 'bersih' dari pestisida meskipun bukan jenis organik. Berikut ini adalah daftarnya:

1. Bawang
Bawang memiliki 'pelindung' yang diproduksi oleh diri mereka sendiri. Senyawa belerang yang aroma dan rasanya tidak disukai oleh serangga. Beberapa petani memang menyemprotkan pestisida di awal masa tanam, tapi kandungannya akan hilang seiring tumbuhnya bawang tersebut. Jadi cukup aman jika Anda konsumsi dalam jumlah yang banyak sekalipun.

2. Alpukat
Sebagian nesar pestisida yang disemprotkan pada tanamam alpukat menempel di bagian kulit. Sedangkan lapisan kulit alpukat cukup tebal, sehingga tidak tembus dan meresap hingga ke daging buah.

3. Jagung Manis
Lapisan kulit jagung yang berlapis-lapis menahan pestisida memasuki bagian dalam jagung.

4. Nanas
Penyemprotan zat kimia pengusir hama biasa dilakukan di awal musim tanam, sehingga kadarnya akan menurun ketika musim panen tiba. Kulit nanas yang tebal juga melindungi nya dari kadar kimia yang berlebih.

5. Mangga
Mangga yang tumbuh di kawasan Meksiko, Karibia, dan juga Amerika Selatan dimana iklim di sana sedikit kering cukup menghambat pertumbuhan jamur. Selain itu, mangga dikonsumsi selalu tanpa kulit jadi bisa mengurangi kadar kimia yang menempel di bagian kulitnya.

6. Kacang Polong
Kacang polong termasuk sayur yang bersih dan aman karena terlindung oleh polong mereka.

7. Asparagus
Masa tanam yang cepat membuat asparagus tidak sempat diserang oleh serangga dan juga hama lainnya.

8. Kiwi
Lacewings dan tawon parasit yang sering ada diseputar tanaman kiwi membantu mengendalikan hama yang suka merusak tanaman kiwi. Secara tak langsung menjadi pestisida alami.

9. Kubis
Meskipun kubis tidak dilapisi oleh kulit buah yang tebal, tapi bentuk kubis yang berlapis lapis membuat bagian tanaman ini tetap terlindung. Biasanya, bagian luar kubis dibuang sebelum dijual ke pasaran.

10. Terung
Permukaan kulit terung yang licin membuat bahan kimia tidak bisa diserap oleh kulitnya secara labngsung.

11. Cantaloupe
Cantaloupe, buah-buahan sejenis melon ini memang disemprot dengan pestisida, tapi tentu saja bagiand alam buah tidak terkena. Dan biasanya buah ini tidak disajikan bersama dengan kulitnya.

12. Semangka
Kulit buah yang tebal menjadikan daging buah semangka tetap terlindung dari bahan kimia jenis apapun.

13. Jeruk bali
Meskipun petani sering menggunakan fungisida untuk mengendalikan benalu tanaman, tapi semua bahan kimia tertahan di bagian kulit luarnya yang cukup tebal.

14. Ubi jalar
Ubi jalar mengandung getah berwarna putih yang jika dimakanoleh serangga atau hama akan membuat serangga tersebut keracunan. Sehingga menghindari serangan serangga secara alami.

15. Honeydew melon
Honeydew dapat dibersihkan dengan cara dicuci bersih dengan air mengalir agar semua mikroba luntur bersama air.

Buah dan sayur jenis apapun yang Anda beli sebaiknya dicuci sebelum di konsumsi.

Eka Septia Wulan
- detikFood

Label: , , ,

Senin, 26 Juli 2010

Kenikir, Penambah Nafsu Makan



Kenikir, Penambah Nafsu Makan
Foto: kaskus

Kalau melihat tanaman liar ini, tidak ada yang menyangka kalau ternyata tanaman ini bisa dijadikan sayur. Umumnya dijadikan salah satu sayuran dalam pecel. Tak hanya rasanya yang enak, tapi jug amemiliki khasiat yang baik untuk tubuh. Mau tahu?

Tidak semua orang mengenal tumbuhan ini. Daunnya berbentuk panjang-panjang dengan bunga berwarna kuning sedikit oraanye. Tanaman ini termasuk dalam tumbuhan liar, karena hampir banyak di jumpai sebagai hiasan pagar. Tapi siapa sangka kalau tanaman ini bisa dijadikan sayur yang enak?

Cosmos caudatus Kunth, atau yang lebih dikenal dengan daun kenikir ini cukup akrab di telinga masyarakat Jawa. Karena daun kenikir ini sering dijadikan salah satu pelengkap sayuran pada pecel. Daun kenikir ini memiliki aroma yang cukup khas, sedikit wangi dan rasa yang agak sedikit getir.

Daun kenikir mengandung saponin, flavonoida polifenol dan minyak atsiri. Secara tradisional daun ini juga digunakan sebagai obat penambah nafsu makan, lemah lambung, penguat tulang dan pengusir serangga. Sebuah penelitian juga menemukan kalau daun kenikir mengandung senyawa yang memiliki daya antioksidan yang cukup tinggi.

Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik (jalur mitokondria). Pemacuan apoptosis merupakan salah satu cara penghambatan karsinogenesis atau penyebab kanker. Daun kenikir ini mudah dijumapi di pasar-pasar tradisional. Selain di santap dengan sambel pecel, kenikir juga enak disantap sebagai lalapan dengan sambal goreng tomat.

Eka Septia Wulan - detikFood

Label: , , ,

Minggu, 11 Juli 2010

Suka Pilih-pilih Makanan Termasuk Penyakit

img
Ilustrasi (foto: getty images)

Dampak langsung dari kebiasaan pilih-pilih makanan memang tidak seburuk gangguan pola makan yang lain. Namun jika dibiarkan, dalam jangka panjang gangguan ini bisa mengancam kesehatan tulang dan jantung.

Dikutip dari Dailymail, Minggu (11/7/2010), seseorang yang mengalami Selective Eating Disorder (SED) tidak mampu mengontrol pilihan makanan yang akan disantap. Misalnya hanya mau makan jenis makanan tertentu, atau makanan yang dimasak dengan cara tertentu.

Dibandingkan dengan gangguan pola makan yang lain seperti anorexia atau bulimia, SED memang kurang banyak mendapat perhatian. Selain dampak yang terlihat tidak terlalu banyak, banyak teori yang menyebut SED sebagai sebuah fase yang normal dalam pertumbuhan psikologis seorang anak.

Masalah baru muncul ketika gangguan ini dialami oleh orang dewasa, yang menerapkan batasan terlalu ketat terhadap pilihan makanannya. Menurut American Psychological Association (APA), dalam jangka panjang kebiasaan ini bisa memicu berbagai masalah terkait defisiensi atau kekurangan nutrisi.

Masalah jantung dan pembuluh darah adalah salah satunya. Apabila pilihan makanan lebih banyak mengandung garam dan kolesterol, maka seorang penderita SED akan berisiko mengalami hipertensi, serangan jantung maupun stroke.

Sedangkan jika cenderung memilih soda dan makanan manis, gigi akan menjadi mudah keropos. Demikian juga apabila tidak menyukai susu atau makanan lain yang mengandung kalsium, maka tulang akan mudah keropos.

Berbagai penelitian belum berhasil menyimpulkan dengan pasti bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi, namun diduga terkait respon tertentu terhadap makanan yang memiliki tekstur dan bau tertentu. Spekulasi yang lain mengatakan, gangguan obsesif-kompulsif (tidak mampu mengontrol pikiran) turut berperan dalam SED.

Sebagai bentuk kepedulian, para psikolog di APA tengah mempertimbangkan untuk mensejajarkan SED dengan gangguan pola makan utama seperti anorexia dan bulimia. SED akan dimasukkkan dalam kategori gangguan pola makan yang 'tidak dinyatakan khusus'.

Jika disepakati, kategori baru tersebut akan dimunculkan oleh APA dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi yang akan datang.

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth

Label: , ,