Kamis, 15 Juli 2010

Alyssa Soebandono Keberatan dengan Narasi Infotainment



Gambar
Alyssa Soebandono (rachman/detikhot)

Artis Alyssa Soebandono merasa karirnya di dunia hiburan terbantu oleh adanya tayangan Infotainment. Namun, dara yang akrab dipanggil Icha itu keberatan dengan beberapa narasi infotainment.

"Pemirsa kan baca narasinya, narasinya kadang suka beda. Bikin orang berspekulasi. Kadang kita ngelihat kok beritanya makin ngaco," ujarnya saat ditemui dalam ultah 'Insert' ke-7 di Gedung TransTV, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (16/7/2010) dini hari.

Alyssa berharap infotainment memiliki batasan-batasan dalam menampilkan pemberitaan. Ia ingin supaya infotainment mengerti jika artis yang menjadi nara sumber memilih untuk tidak berkomentar.

"Kita kan sama-sama kerja, jadi ya kita saling menghargai saja satu sama lain," ucapnya.

Bintang sinetron 'Upik Abu dan Laura' itu juga minta supaya infotaiment lebih menyuguhkan fakta ketimbang gosip. Menurutnya, gosip tidak sedap sangat berpengaruh buruk terhadap karir artis tersebut.

Label: , ,

Jumat, 09 Juli 2010

Tayangan Infotainment Terancam Disensor LSF

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) akan merevisi Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (SP3SPS). Salah satu yang diusulkan dalam revisi tersebut adalah memasukkan infotainment ke dalam tayangan nonfaktual dengan konsekuensi tayangan akan melewati gunting lembaga sensor sebelum mengudara.

Wakil Ketua KPI Nina Muthmainnah mengatakan, usulan tersebut merupakan satu dari tiga rekomendasi yang masuk dalam Rapat Kerja Nasional (Rakornas) KPI di Bandung 5-8 Juli.

"Melihat perkembangan media saat ini perlu untuk meninjau ulang tayangan infotainment apakah masuk ke dalam tayangan faktual atau nonfaktual," kata Nina saat berbincang dengan detikcom, Jumat (9/7/2010).

Jika usulan infotainment masuk ke dalam tayangan nonfaktual gol, maka akan berdampak pada penyensoran tayangan tersebut.

"Karena bukan bagian dari tayangan faktual seperi berita, maka setiap tayangan harus melalui sensor Lembaga Sensor Film (LSF)," jelasnya.

Nina menambahkan, usulan tersebut masih menjadi pertimbangan KPI. Lembaganya masih melakukan telaah lebih dalam.

KPI mengundang sejumlah narasumber terkait dengan usulan revisi kategori infotainment dalam Rakornas.

"Untuk menilai apakah suatu tayangan masuk pada kategori faktual seperti berita atau nonfaktual, kita mengundang Agus Sudibyo dari Dewan Pers," jelasnya.
(ahy/nrl)

Label: , ,

Kamis, 08 Juli 2010

Indah Kalalo Pilih-pilih Lawan Main Untuk Adegan Ciuman

Gambar
Indah Kalalo (ichsan/detikhot)

Indah Kalalo berani beradegan dengan mengenakan pakaian dalam atau lingerie di film 'Pocong Keliling'. Namun bukan berarti ia akan mudah menerima tawaran adegan panas.




Indah akan pikir-pikir dahulu jika ditawarkan beradegan panas atau mesra di film. Misalnya jika ia ditawari beradegan ciuman, maka perempuan kelahiran 30 Agustus 1980 itu akan melihat terlebih dahulu siapa lawan mainnya.

"Tergantung porsi. Terus terang kalau mesti beradegan seperti itu saya mesti nyaman sama lawan main saya. Ceritanya seperti apa. Kalau hanya untuk porno-pornoan saya nggak mau," jelas Indah saat ditemui dalam jumpa pers film 'Pocong Keliling' di FX, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (6/7/2010).

Kalau pun adegan mesra tersebut harus dilakukan, Indah harus memastikan adegan ciuman tersebut harus menjadi bagian penting dari cerita. Paling tidak, film yang ia mainkan harus bertemakan cinta.

"Tapi kalau untuk kebutuhan ceritanya, ada love story-nya. Nggak apa-apa," jelasnya.

Label: ,